DHINI Aminarti dan Dimas Seto memiliki pengalaman baru di film terbarunya bertajuk Hayya 2: Hope, Dream 7 Reality. Keduanya memberikan kesan serta tantangan mereka selama beradu akting.
Dhini memerankan karakter bernama Lia. Memerankan karakter ini bagi Dhini memiliki tantangan tersendiri. Sosok Lia sangat kompleks karena mengalami isu kesehatan mental.
"Susah-susah gampang, ya. Aku menguliknya dari ilmu yang aku punya pas kuliah, yaitu psikologi. Lia itu merasakan kehilangan, jadi aku harus menggambarkan seseorang yang dihadapkan dengan kehilangan," jelas Dhini seperti yang dikutip dari laman Antara.
Baca Juga:
Dhini menambahkan tantangan lainnya yakni saat hari pertama syuting, dia dan rekan-rekan lainnnya langsung diberikan golden scene. Hal itulah yang menjadi tantangan awal yang Dhini dan Dimas harus jalani. Namun, berkat tim dan seluruh kru yang bertugas, proses reading dan proses syuting menjadi lancar.
Sementara itu, Dimas Seto yang merupakan suami Dhini memerankan tokoh bernama Faisal. Karakter Faisal merupakan suami Lia. Memerankan Faisal menjadi pengalaman menarik bagi Dimas karena bisa berada satu layar bersama sang istri. "Saya berperan sebagai Faisal yang merupakan suami dari Lia. Ini adalah pengalaman baru dan pertama kalinya kita berdua bisa beradu akting bareng di sebuah film," jelas Dimas.
Kemudian, pemeran lainnya yakni Donny Alamsyah juga membagi pengalamannya membintangi tokoh yang bekerja di sebuah organisasi nirlaba (NGO). Demi memaksimalkan pendalaman karakter, Donny memiliki cara tersendiri.
"Saya banyak mengambil referensi dari teman-teman yang kerja di NGO, yang melakukan bantuan kemanusiaan bagi mereka yang membutuhkan. Itu yang saya coba dalami. Selebihnya adalah hubungan antar manusia, dengan anak, dan lainnya," ucap Donny.
Baca Juga:
Sutradara Ungkap 'Ben & Jody' Merupakan Film Impian Glenn Fredly
Dari sisi produksi, sang sutradara Jastis Arima menuturkan bahwa prosesnya dilakukan di tengah pandemi. Dia mengaku sangat tertantang untuk menjalani produksi film di tengah pandemi lantaran banyak penyesuaian yang harus dilakukan.
"Namun, semuanya berjalan lancar. Naskah dan ceritanya ada perbedaan (dengan draf awal) karena ada penyesuaian. Kita dituntut untuk membuat cerita yang menjadi refleksi, dan film ini menjadi sangat personal buat saya," ujar Jastis.
Lebih lanjut Jastis menjelaskan bahwa tema film tersebut berupaya memaknai arti kehilangan yang sesuai dengan kondisi pandemi. Karena menurut pandangannya, banyak orang yang kehilangan, dan harapannya film ini bisa menjadi medium refleksi diri.
Hayya 2: Hope, Dream & Reality rencananya akan segera tayang di bioskop seluruh Indonesia pada Maret 2022. (ryn)
Baca Juga:
Cerita Yayan Ruhian Pertama Kalinya Mendapat Banyak Adegan Drama