Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dana 11 Proyek Infrastruktur Jabar Dialihkan ke Subsidi Pasien Isolasi Mandiri

Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Juli 2021

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalihkan 11 proyek infrastruktur senilai Rp 140 miliar untuk penanggulangan COVID-19. Dana dari proyek ini akan dipakai untuk subsidi silang bagi pasien-pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di luar rumah sakit.

"Selama ini, yang isoman-isoman butuh dukungan dari kita tidak hanya pasien di rumah sakit, yaitu akan subsidi gratis obat untuk pasien COVID yang isoman," papar Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dalam jumpa pers daring, Kamis (1/6).

Baca Juga:

Aparat Diminta Tegas dan Tidak Tebang Pilih Selama PPKM Darurat

Ia menuturkan, banyak pasien isoman yang kebingungan mencari makan maupun obat-obatan dan suplemen. Nantinya, Pusat Informasi Covid-19 Jabar (Pikobat) akan menjembatani keperluan pasien-pasien isoman.

"Akan dibuka ke Pikobar setelah itu akan kirim obat dan suplemen gratis yang dananya dambil dari pemberhentian 11 proyek infrastruktur. Mudah-mudahan membantu penanganan yang dilaksanakan di Jabar,” ujarnya.

Pengalihan 11 proyek hasil penyisiran tim Pemprov Jabar dalam menghadapi lonjakan kasus sebulan terakhir. Hasil penyisiran ini diketahui ada ada sejumlah proyek yang belum dilelang, proyek yang bisa ditunda tahun depan, dan proyek yang dikurangi volumenya.

"Akhirnya ditemukan usulan ada Rp 140 miliar bisa kita hentikan dulu dari 11 proyek strategis itu," katanya.

Pengalihan dana proyek tersebut tentu akan berdampak kepada ekonomi. Tapi menurutnya dalam situasi darurat ini ada urusan yang jauh lebih mendesak.

"Ada urgensi yang utama, saya simpati ke tenaga kesehatan dan dokter yang kewalahan, kemudian ada curhatan terkait isoman yang kebingunan pulihkan dirinya seperti apa, kesulitan biasanya dalam beli obat, langka dan sebagainya," katanya.

Di sisi lain, pasien-pasien isoman telah berkontribusi dalam mengurangi tekanan keterisian rumah sakit (BOR) yang sampai sekarang dibanjiri pasien-pasien Covid-19. Dengan adanya subsidi untuk para pasien isoman, diharapkan beban BOR rumah sakit bias berkurang.

Gubenur Jabar Ridwan Kamil cek ruang isolasi pasien COVID-19. (Foto: Humas Prov Jabar)
Gubenur Jabar Ridwan Kamil cek ruang isolasi pasien COVID-19. (Foto: Humas Prov Jabar)

Saat ini, Pemrov Jabar masih berusaha mengurangi keterisian BOR rumah sakit. Selain akan memberikan subsidi pada pasien isoman, kata Ridwan Kamil, pihaknya juga akan terus memperkuat ruang-ruang isolasi di desa-desa. Sehingga tidak banyak pasien yang langsung menuju rumah sakit.

Beban BOR rumah sakit juga diharapkan akan terus berkurang dengan pembukaan pusat-pusat pemulihan di hotel, apartemen, dan gedung-gedung kedinasan. Pasien-pasien yang menjalani pemulihan di rumah sakit akan dipindahkan ke gedung pusat pemulihan tersebut, sehingga beban BOR rumah sakit bias berkurang.

Target lainnya, saat ini penambahan BOR sudah dilakukan hingga 40 persen. Jumlah ini akan dimaksimalkan sampai 60 persen dari total 54 ribu tempat tidur rumah sakit yang ada di Jabar. “Mudah-mudahan itu strategi penurunan BOR rumah sakit,” katanya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

PPKM Darurat, Warga yang Berpergian ke Luar Kota Wajib Bawa Bukti Kartu Vaksin

Baca Artikel Asli