Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Cinta tak Melulu soal Perasaan, tapi Kerja Hormon

Dwi Astarini - Rabu, 17 April 2024

MERAHPUTIH.COM - JATUH cinta berjuta rasanya. Begitu sih kata lirik lagu. Namun, faktanya, cinta tak melulu soal perasaan. Cinta ialah kerja hormon yang membuat perasaan kamu jadi seperti perjalanan rollercoaster.

Seperti dilansir Today, studi oleh tim peneliti gabungan dari Leiden University dan University of Maryland menunjukkan mereka yang jatuh cinta mungkin mengalami kesulitan menjalankan tugas kognitif umum, seperti multitasking dan pemecahan masalah. Penyebabnya ialah mereka menghabiskan sebagian besar energi mental mereka untuk memikirkan gebetan.

Baca juga:

Takut Jatuh Cinta? Begini Kiat Mengatasinya

Saat jatuh cinta, kamu ada dalam pengaruh hormon yang membuatmu mengalami tiga ombak emosi sekaligus, yaitu euforia, terancam, dan kelelahan. Psychology Today melansir penelitian dari University of Pisa yang memaparkan bahwa pada tahap awal dari hubungan romantis, aktivitas pemancar saraf adrenalin, dopamine, oksitosin, norepineprine, dan phenylethylamine (PEA, zat amfetamin alami yang juga terdapat dalam cokelat dan ganja) bercampur aduk. Semua zat itu meningkat ketika dua orang tertarik satu sama lain. Itulah yang membuat aspek emosional diri mereka menjadi kewalahan.

Uniknya nih, selama fase euforia ini, efek relaksasi yang kamu dapatkan dari hormon ‘mood baik’ serotonin akan menurun, tergantikan dengan obsesi terhadap pasangan. Kamu secara konsisten akan mengingat-ingat kembali kenangan romantis sebelumnya yang kamu habiskan bersamanya. PEA-lah yang memiliki andil dalam membuat jantung kamu berdebar hingga merasa terengah, gemetar, dan keinginan yang amat sangat untuk bersatu dengan sang pacar.(*)

Baca juga:

Apa Saja Tanda Orang Jatuh Cinta?

Baca Artikel Asli