Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

China Murka Rudal AS-Israel Tewaskan Ali Khamenei, Sebut Pelanggaran Kedaulatan

Angga Yudha Pratama - Senin, 02 Maret 2026

Merahputih.com - Pemerintah China mengecam keras serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran pada Sabtu (28/2). Agresi udara tersebut mengakhiri 37 tahun kepemimpinan sang ulama dan memicu ketegangan global setelah IRGC meluncurkan serangan balasan ke 27 titik instalasi militer lawan.

"Serangan dan pembunuhan terhadap pemimpin tertinggi Iran merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan keamanan Iran. China dengan tegas menentang dan mengecam keras tindakan tersebut," tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Senin (2/3).

Baca juga:

Siapa Pengganti Ayatollah Ali Khamenei? Ini Kandidat Kuat Pemimpin Tertinggi Iran

Tragedi di Kantor Teheran dan Gugurnya Para Jenderal

Laporan pejabat pemerintahan Iran mengonfirmasi bahwa Ali Khamenei sedang berada di kantornya saat rudal menghantam bangunan tersebut pada Sabtu pagi. Serangan ini tidak hanya menewaskan sang pemimpin, tetapi juga merenggut nyawa anggota keluarganya, termasuk putri, menantu, dan cucu-cucunya.

Selain menyasar kepemimpinan sipil, agresi AS-Israel turut melumpuhkan lini pertahanan Iran. Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammad Pakpour, Kepala Staf Militer Abdulrahim Mousavi, Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, hingga Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani dilaporkan tewas dalam operasi tersebut. Total korban jiwa akibat agresi ini mencapai 201 orang dengan 747 lainnya luka-luka.

China menilai aksi sepihak ini telah merusak tatanan hukum dunia. "Tindakan tersebut menginjak-injak tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta norma-norma dasar dalam hubungan internasional," tulis pernyataan resmi Beijing.

Iran Balas Dendam dan Masa Berkabung Nasional

Merespons kematian pemimpin mereka, IRGC dan Angkatan Darat Iran langsung meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah. Pangkalan udara Tel Nof di Israel tengah dan kompleks industri militer di Tel Aviv menjadi sasaran utama dalam upaya balas dendam ini.

Baca juga:

Iran Kecam Pembunuhan Ali Khamenei oleh AS-Israel, Menyebutnya Aksi Terorisme

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan provokatif dengan menyebut Khamenei sebagai salah satu sosok paling jahat dalam sejarah. Trump membanggakan kerja sama intelijen AS-Israel yang mampu melacak posisi sang pemimpin tanpa celah.

Saat ini, Iran menetapkan 40 hari masa berkabung nasional dan meliburkan aktivitas kerja selama sepekan. Ribuan warga di Teheran, Qom, dan Mashhad turun ke jalan dengan mengibarkan bendera hitam sebagai simbol duka mendalam bagi sosok yang memimpin sejak 1989 tersebut.

Baca Artikel Asli