Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Cegah Mudik, ASN Pemkot Surabaya Harus Kerja Cegah Kerumunan Saat Lebaran

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 April 2021

MerahPutih.com - Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkot Surabaya dilarang mudik saat Lebaran Idul Fitri tahun ini. Para diperintahkan tetap berdinas menjaga beberapa titik keramaian yang potensi kerumunan warga untuk mengantisipasi sebaran virus Covid-19.

"Ada larangan bagi ASN untuk mudik, ya fungsinya tetap bekerja untuk berjaga tetap (berdinas) di waktu hari libur nanti berlaku seluruh OPD (organisasi perangkat daerah)," tegas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota, Surabaya, Rabu (28/4).

Baca Juga:

Di Tengah Larangan dari Pemerintah, Hampir 19 Juta Warga Ngotot Mudik Lebaran

Ia menegaskan, saat libur Lebaran ini tidak ada penarikan mobil dinas, sebab ASN tetap bekerja untuk melakukan sosialisasi larangan mudik ke masyarakat dan ikut menjaga titik keramaian seperti tempat wisata, taman, pasar, mall, terminal dan lainnya.

"Pemerintah Kota Surabaya semuanya akan tetap bekerja di hari libur, sehingga mobil itu tetap berfungsi sebagai mobil dinas semestinya," tutur Eri.

Eri menegaskan, saat masa larangan mudik, para ASN tidak menerima permohonan dari masyarakat untuk mengurus perizinan.

"Pemkot Surabaya juga tetap membuka lokasi wisata. Namun, tetap menerapkan protokol kesehatan, yakni halnya jumlah pengunjung hanya 50 persen dari total kapasitas, lalu pengunjung wajib menggunakan masker dan tidak berkerumun," ucapnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Humas Kota Surabaya)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Humas Kota Surabaya)

Eri menjelaskan, para camat maupun lurah akan turun langsung ikut bersosialisasi terkait larangan mudik tersebut. Terlebih Indonesia mendapat pengalaman buruk bahwa di setiap masa libur panjang selalu kebobolan dengan penambahan kasus yang tinggi.

"Untuk itu kita maksimalkan sosialisasi kembali ke seluruh masyarakat agar yang akan mudik bisa mengurungkan niatnya dulu. Sehingga tidak berbarengan. Sebab kalau bebarengan akan menimbulkan kerumunan, menimbulkan massa yang akhirnya lengah menjaga protokol kesehatan," ungkap Eri. (Andika Eldon/ Surabaya)

Baca Juga:

Santri Dilarang Mudik Lebaran, Menag Sebut untuk Cegah Bahaya Lebih Besar

Baca Artikel Asli