MerahPutih.com - Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu memastikan, pemenuhan kebutuhan nonteknis atlet menjadi salah satu fokus utama dalam persiapan menuju pesta olahraga terbesar di Asia.
Langkah tersebut dilakukan agar para atlet dapat berkonsentrasi penuh menjalani latihan hingga bertanding.
Hal itu disampaikan Todotua saat meninjau pemusatan latihan Tim Nasional Basket Putri Indonesia di Surabaya.
Baca juga:
Misi Besar Indonesia di Asian Games 2026 Dimulai, CdM Turun Langsung ke Pelatnas
CdM Asian Games 2026 Kunjungi Pusat Latihan Timnas Basket Putri Indonesia
Melalui kunjungan tersebut, ia berdiskusi dengan pelatih, atlet, dan pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) mengenai berbagai kebutuhan yang harus dipersiapkan sebelum keberangkatan kontingen ke Jepang.
Kami berdiskusi dengan pelatih, atlet, dan pengurus Perbasi mengenai berbagai kebutuhan nonteknis yang perlu disinergikan. Tujuannya agar saat hari pertandingan tiba, atlet, pelatih, dan ofisial benar-benar bisa fokus bertanding tanpa terganggu persoalan di luar lapangan.
kata Todotua, Jumat (31/7)
Menurut dia, aspek teknis sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing cabang olahraga.
Sementara itu, tim CdM Indonesia berperan memastikan seluruh kebutuhan pendukung, mulai dari administrasi hingga kesiapan keberangkatan dan akomodasi, dapat diselesaikan tepat waktu.
Tugas kami adalah memastikan seluruh aspek nonteknis dapat terselesaikan sebelum keberangkatan. Dengan begitu, para atlet bisa tampil maksimal dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia di Asian Games.
ujarnya
Pada kesempatan yang sama, Manajer Timnas Basket Putri Indonesia, Christopher mengatakan, persiapan tim telah berlangsung sejak Mei 2026.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah proses regenerasi setelah sejumlah pemain senior memutuskan pensiun usai SEA Games.
Baca juga:
FIBA Challenger Jadi Penentu Skuad Timnas 3x3 Basket Indonesia ke Asian Games 2026
Skuad Timnas Basket Putri Indonesia di Asian Games 2026 Diisi Pemain Muda
Sekitar 70 persen komposisi skuad saat ini diisi pemain muda yang diproyeksikan menjadi tulang punggung tim pada masa mendatang.
“Target kami tetap berada di delapan besar seperti Asian Games sebelumnya. Tantangan terbesar kami adalah mempercepat adaptasi para pemain muda agar siap bersaing di level Asia,” ujar Christopher.
Ia menambahkan, pihaknya masih berharap tiga pemain Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat dapat bergabung memperkuat tim.
Namun, hingga kini ketiganya masih menghadapi kendala perizinan dari kampus karena jadwal Asian Games bertepatan dengan awal tahun akademik.
Baca juga:
Asian Games 2026 Makin Dekat, CdM Indonesia Pastikan Atlet Bebas dari Beban Nonteknis
Sementara itu, pemain Timnas Basket Putri Indonesia, Prisila Karen, menyebut kunjungan CdM menjadi suntikan motivasi bagi tim yang tengah menjalani persiapan menuju Asian Games 2026.
Menghadapi persaingan dengan negara-negara kuat seperti China dan Korea Selatan, Prisila mengakui Indonesia berstatus nonunggulan.
Kendati demikian, ia optimistis timnya mampu memberikan perlawanan.
“Mungkin kami datang sebagai underdog. Tapi kami ingin membuktikan bahwa kami juga bisa bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaik untuk Indonesia,” katanya. (knu)