Cara Berdamai Mahasiswa Angkatan Pandemi Ketika Jenuh Kuliah Online
Jumat, 04 Maret 2022 -
ZEVA hanya bisa terdiam ketika melihat pemberitahuan dari kampus untuk kembali melakukan kuliah online selama tiga minggu ke depan. Padahal sebulan sebelumnya, pihak kampus sudah berancang-ancang ingin menerapkan kuliah tatap muka di kampus. Namun, mengingat melonjaknya kasus harian COVID-19 terutama varian Omicron, ancang-ancang tersebut batal terlaksana.
"Siapa sih enggak senang kuliah tatap muka setelah dua tahun di rumah terus? Kecewa, cuma aku ngerti kondisinya memang lagi enggak stabil. Enggak bisa menyalahkan keadaan terus-menerus," kata Zeva.
Zeva merupakan mahasiswi jurusan Fakultas Hukum di salah satu universitas di Yogyakarta. Sudah dua tahun ia merasakan kuliah online dengan kegiatan membosankan berulang-ulang. Bangun tidur, buka laptop, kuliah, istirahat, lanjut kuliah lagi, bahkan terkadang kuliah sambil tiduran. Pengalaman tersebut mungkin juga dirasakan mahasiswa atau pelajar di masa pandemi.
Baca juga:
Januari lalu, Zeva berangkat ke Yogyakarta untuk mencari indekos mengingat pada saat itu pihak kampus mengumumkan akan menerapkan kuliah luring. Ia sangat antusias karena penantiannya selama ini bisa terwujud untuk kuliah dan bertemu teman-teman. Singkat cerita, Zeva pun menemukan lokasi indekos cocok dan beberapa barangnya ditinggal di sana.
Lima hari sebelum berangkat ke Yogyakarta untuk kuliah tatap muka, Zeva langsung memesan tiket bus. Semua barang-barang sudah ditata dalam koper, sepatu sudah disiapkan, baju untuk berangkat juga sudah disiapkan, semuanya sudah disusun rapi di depan pintu. Ia menikmati sisa hari liburnya bermain bersama anjing kesayangan dan hangout dengan teman-teman.
Dua hari menjelang keberangkatan, tiba-tiba muncul notifikasi dari pihak kampus mengumumkan menerapkan kuliah online selama tiga minggu ke depan. Jika selama tiga minggu ke depan kondisi sudah membaik, maka akan diterapkan kuliah tatap muka. Zeva tak jadi berangkat.
"Keluarga juga kaget dengar kabar dari kampus. Enggak bisa dipaksakan. Langsung hari itu juga aku reimbuse tiket bus," ungkap Zeva.
Zeva mengeluh, menggaruk kepala, dan terdiam. Semua rencana berangkat ke Yogyakarta batal. Koper mau tak mau harus dibongkar. Ia terpaksa kuliah online lagi dari rumah. Angan-angan berjunpa teman baru di kampus sirna.
Baca juga:
Sekolah dari Rumah? Simak Cerita Mahasiswa yang Menjalani Sistem Kuliah Online
Nasib Zeva segendangsepenarian dengan mahasiwa lain. Kuliah online tentu ada banyak kendala. Terkendala koneksi internet, pembelajaran monoton, kurangnya interaksi, suasana rumah berbeda dengan kampus sehingga fokus terpecah, dan gangguan lainnya.
Kuliah tatap muka memang jauh lebih efektif dan seru dibanding kuliah online. Penelitian Direktorat Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni Universitas Padjadjaran menjelaskan sebanyak 68,3 persen dari 1.857 responden ingin melakukan kuliah tatap muka, sedangkan 14,9 persen lebih memilih kuliah online. Apalagi banyak mahasiswa ingin mengekplorasi fasilitas kampus. Sebanyak 37,8 persen responden menginginkan mengunjungi ruang kelas, sedangkan 22,5 persen ingin mengunjungi perpustakaan.
Zeva tak bisa mengelak dari ketetapan kampus. Apalagi kondisi COVID-19 juga sedang meninggi. Ia harus berdamai dengan dirinya agar bisa melaksanakan kuliah dan kegiatan harian dengan lebih baik.
"Mindsetnya sekarang aku ubah. Aku menjalani kuliah online ini layaknya kuliah di kampus. Bangun tidur langsung mandi, pakai setelan kemeja dan celana jeans, pakai parfum, dan duduk di meja," kata Zeva. "Aku juga selalu menyalakan kamera walaupun teman lain dimatikan. Enggak peduli. Terpenting aku bisa fokus dan menghargai dosen juga karena sudah menyalakan kamera," lanjutnya.
Zeva menyadari harus rajin kuliah mengingat biaya semester tidak kecil. Ia pun harus semangat, sebab orang tuanya juga selalu menyemangati tiap langkahnya menjalani kuliah.
"HP juga selalu aku taruh di kamar biar fokus ke kuliah. Nanti pas lagi jam istirahat atau jeda, baru sesekali buka Instagram atau TikTok biar enggak stres," kata Zeva.
Ada beberapa cara lain bisa diikuti, seperti membuat reminder, mengerjakan tugas sebelum deadline, memberi tahu orang tua terkait perkembangan kuliah, mencari tempat nyaman, hingga mencatat hal-hal penting selama perkuliahan. (and)
Baca juga:
Kuliah Online dari Rumah, Mahasiswa UNS Surakarta Dapat Kuota Internet 10 GB