MerahPutih.com - Perhelatan turnamen Piala AFF 2020 baru saja dimulai pada Minggu (5/12). Pada edisi tahun ini, Singapura ditunjuk sebagai tuan rumah.
Sebanyak 10 tim bersaing menjadi yang terbaik. Mereka dibagi ke dalam dua grup. Singapura, Thailand, Filipina, Myanmar, dan Timor Leste berada di Grup A. Sementara Grup B dihuni oleh Timnas Indonesia, Vietnam, Malaysia, Kamboja, dan Laos.
Baca Juga
Dalam setiap turnamen biasanya selalu ada tim unggulan dan tim kuda hitam. Di Piala AFF 2020 ini. Lalu, tim mana saja yang berpredikat calon juara. Berikut analisa singkatnya:
Calon Juara:
Vietnam
Vietnam merupakan juara bertahan di Piala AFF. Tim asuhan Park Hang-seo itu pun diprediksi bisa mempertahankan gelar yang direbut tahun 2018 lalu.
Skuat Golden Star Warriors masih diperkuat nama-nama seperti Phan Van Duc, Nguyen Quang Hai, dan Tran Dinh Trong, yang menjadi pilar tim saat juara Piala AFF 2018. Mereka akan dikombinasikan dengan beberapa pemain dari Vietnam U-23.
Selain itu, keberadaan Park Hang-seo sebagai juru taktik Timnas Vietnam juga patut diperhitungkan. Di bawah komando pelatih asal Korea Selatan tersebut Vietnam berhasil menjadi juara Piala AFF 2018, runner-up Piala Asia U-23 2018, peringkat keempat cabang olahraga sepak bola Asian Games 2018, dan meraih medali emas SEA Games 2019.
Thailand
The War Elephants menjadi tim yang paling sukses sepanjang penyelenggaraan Piala AFF. Lima gelar juara berhasil direngkuh Thailand.
Pada edisi tahun ini, skuat Thailand dihuni pemain-pemain yang tampil di kompetisi Eropa, seperti Kawin Thamsatchanan (OH Leuven/Belgia), Jonathan Khemdee (Odense Boldklub/Denmark), dan Thanawat Suengchitthawon (Leicester City/Inggris) membuat kekuatan Thailand semakin diperhitungkan. Tim asuhan Alexandre Polking itu pun masih mengandalkan nama-nama semisal Theerathon Bunmathan, Chanathip Songkrasin, hingga Teerasil Dangda.
Dengan komposisi pemain yang ada saat ini ditambah mental juara yang dimiliki, Thailand tentu selalu menjadi tim unggulan di setiap gelaran Piala AFF. Peluang Thailand untuk menambah koleksi gelar Piala AFF menjadi enam sangat terbuka.
Indonesia
Skuat Garuda datang ke Singapura dengan membawa misi menuntaskan dahaga gelar juara. Timnas Indonesia sudah lima kali masuk final pada 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016, namun selalu diakhiri dengan kegagalan.
Demi menjadi juara untuk pertama kalinya di turnamen antarnegara Asia Tenggara ini PSSI sampai mendatangkan pelatih sekaliber Shin Tae-yong untuk menangani Timnas Indonesia. Meski belum menghadirkan prestasi, tetapi pelatih asal Korea Selatan tersebut dinilai sudah menunjukkan perkembangan positif.
Menarik dinanti kiprah Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia yang didominasi pemain di bawah usia 26 tahun di Piala AFF 2020 ini. Apalagi di babak fase grup, Evan Dimas Darmono dkk. sudah harus bertemu dua tim kuat, Vietnam dan Malaysia
Filipina
Di era 2000-an, Timnas Filipina adalah lumbung gol bagi tim seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Di Piala AFF 2002 (dulu bernama Piala Tiger), Filipina pernah dibantai 1-13 oleh Indonesia. Itu merupakan skor terbesar yang pernah terjadi di sepanjang sejarah Piala AFF.
Namun, lain dulu lain sekarang. Sejak sukses dengan program naturalisasinya pada Piala AFF 2010, prestasi tim berjuluk The Azkals tersebut makin menanjak.
Filipina empat kali masuk semifinal dalam lima edisi terakhir Piala AFF. Tim asuhan Scott Cooper itu bahkan pernah menempati ranking 111 FIFA pada Mei 2018 yang merupakan pencapaian tertinggi mereka sepanjang sejarah. Saat ini Filipina menempati peringkat 126, terbaik nomor tiga di ASEAN setelah Vietnam (99) dan Thailand (118).
Singapura
Singapura adalah tim tersukses nomor dua setelah Thailand di Piala AFF. The Lions, julukan Timnas Singapura, sudah merengkuh empat gelar juara yang didapat pada edisi 1998, 2004, 2007, dan 2012.
Namun, di tiga edisi terakhir Piala AFF (2014,2016,2018), Singapura selalu gagal lolos dari babak fase grup. Meski demikian, hal itu tidak membuat status tim unggulan bagi Timnas Singapura luntur.
Singapura sedang mencoba untuk menyusun kekuatannya kembali di bawah asuhan pelatih asal Jepang, Tatsuma Yoshida. Mereka juga berstatus sebagai tim tuan rumah di Piala AFF 2020 ini.
Malaysia
Timnas Malaysia berstatus sebagai runner-up dalam Piala AFF edisi sebelumnya. Di final, mereka kalah agregat 2-3 dari Vietnam.
Sejak menjadi juara Piala AFF untuk pertama kali pada 2010, Malaysia memang belum bisa mengulang prestasi serupa. Namun, pencapaian tim berjuluk Harimau Malaya tersebut cukup konsisten.
Malaysia hampir selalu lolos minimal sampai babak semifinal di setiap edisi Piala AFF. Mereka hanya gagal melakukannya dalam dua kesempatan, yaitu pada 1998 dan 2008. (Bolaskor)
Baca Juga
Analisis - Formasi dan Pola Permainan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020