MERAHPUTIH.COM - WAKIL Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menanggapi operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Pemkab Sukoharjo terhadap Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Kamis (10/7). Eko mengaku belum bisa bicara banyak atas kejadian tersebut. Ia mengaku menunggu keterangan resmi KPK
“Kami belum bisa ngomong banyak. Kami menunggu apa sebenarnya yang menjadi poin perkara dan persoalan apa. Kami menunggu. Kami belum bisa ngomong banyak,” ujar Eko, Jumat (10/7).
Dia meminta doa agar yang dimintai keterangan diberikan ketenangan dan petunjuk serta bimbingan agar bisa menghadapi ini semua.
“Mohon doanya. Kami semuanya yang sedang minta keterangan berikan kemudahan, kekuatan petunjuk bimbingan sehingga bisa hadapi dg baik-baiknya,” kata dia
Baca juga:
OTT KPK Jerat 2 Bupati Beruntun, PDIP: Bukti Pencegahan Korupsi Masih Lemah
Eko berharap Pemkab Sukoharjo Bisa berjalan seperti biasa. Ia pun mengaku bertemu Bupati Sukoharjo terakhir pada Kamis. “Kami harapkan bisa berjalan seperti biasa (pelayanan pemkab), tetapi sekali lagi, kita tunggu keterangan resmi KPK. Terakhir ketemu (Bupati Etik) kemarin (Kamis),” tegasnya.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama tiga orang lain diduga terkena operasi tangkap tangan (OTT), Kamis (9/7). Etik oleh KPK kemudian dibawa ke Polresta Solo untuk menjalani pemeriksaan sampai Jumat (10/7) dini hari. Etik menjalani pemeriksaan KPK di Polresta Surakarta sejak Kamis pukul 20.00 WIB.
Penyidik KPK tampak mondar-mandir membawa koper dan berkas. Etik dan tiga orang lain baru keluar Polresta Solo Jumat (10/7) pukul 05.41 WIB dan dibawa KPK naik bus menuju ke Jakarta. Petugas KPK juga membawa enam koper beserta berkas lainnya untuk dibawa ke Jakarta.
Saat dimintai konfirmasi oleh awak media, Etik yang memakai masker dan baju hitam enggan berkomentar. Ia langsung bergegas jalan masuk ke bus. Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemkab Sukoharjo dan KPK, terkait dengan OTT ini.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
Diduga Peras Anak Buahnya, Ini Fakta Penting OTT Bupati Sukoharjo Etik Suryani