MerahPutih.com - Aktor laga Hollywood, Bruce Willis mengumumkan keputusan besar akan mendonorkan otaknya untuk penelitian medis setelah meninggal dunia. Langkah ini diambil demi mendukung riset penyakit langka Demensia Frontotemporal (FTD) yang kini dideritanya.
Sang istri, Emma Hemming menjelaskan keluarga tersebut telah merencanakan dengan cermat bagaimana menghadapi momen-momen tersulit. Ada tantangan emosional di baliknya karena situasi penyakit langka ini banyak mengubah kehidupan keluarga mereka.
“Keputusan ini secara emosional menantang tetapi secara ilmiah diperlukan untuk memahami demensia frontotemporal,” ujar Emma dikutip dari Onsen, Kamis (30/4).
Baca juga:
Perjuangan Melawan Demensia Frontotemporal, Bruce Willis kini Semakin Sulit Bicara dan Membaca
Perjalanan Kesehatan Bruce Willis
Bruce Willis, yang dikenal lewat film aksi dan thriller ikonik era 90-an, pertama kali didiagnosis afasia pada 2022. Kondisi itu memaksanya pensiun dini dari dunia perfilman.
Setahun kemudian, pada Februari 2023, keluarga mengumumkan Willis menderita Demensia Frontotemporal (FTD). Sejak saat itu, kualitas hidupnya semakin terbatas. Pada Juli 2025, keluarga Willis mengungkap Bruce kesulitan berbicara, membaca, dan berjalan.
Baca juga:
Apa Itu Demensia Frontotemporal?
FTD adalah penyakit neurodegeneratif yang menyebabkan kerusakan progresif pada lobus frontal dan temporal otak. Gejalanya meliputi:
- Perubahan perilaku dan kepribadian ekstrem.
- Kesulitan bicara dan berbahasa.
- Masalah pergerakan.
- Kehilangan empati dan keterampilan interpersonal.
- Perilaku kompulsif berulang, apati, hingga tindakan sosial yang tidak pantas.
- Berbeda dengan Alzheimer, penderita FTD biasanya masih memiliki ingatan relatif terjaga, namun mengalami perubahan dramatis dalam kepribadian dan kemampuan bahasa.
(tka)