BPBD Sebut Enam Wilayah Ini Berpotensi Tsunami

Rabu, 27 Desember 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat enam kecamatan di daerah ini dipetakan berpotensi gempa bumi dan tsunami karena berada di wilayah pertemuan (tumbukan) lempengan Samudera Hindia Australia-Benua Asia.

"Kita setiap tahun melaksanakan kegiatan simulasi tsunami guna memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat pesisir pantai guna mengurangi risiko bencana alam," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi saat menanggapi peringatan tsunami di Aceh 13 tahun lalu di Lebak, Rabu (27/12).

Kaprawi mengatakan, keenam kecamatan berpotensi gempa bumi dan tsunami itu antara lain Wanasalam, Malingping, Cihara, Panggarangan, Bayah, dan Cilograng.

Masyarakat yang tinggal di enam kecamatan itu, kata Kaprawi, berhadapan langsung dengan Perairan Samudera Hindia. Selama ini, Perairan Samudera Hindia terdapat (tumbukan) lempengan Samudera Hindia Australia-Benua Asia.

Karena itu, BPBD menyimpulkan enam kecamatan di pesisir selatan masuk kategori daerah berpotensi gelombang tsunami dan gempa tektonik.

Untuk mengurangi risiko bencana, pihaknya bersama pemerintah provinsi dan pusat mengoptimalkan kegiatan simulasi maupun sosialisasi agar masyarakat di daerah itu memahami tentang pencegahan bencana alam.

"Kegiatan tersebut juga dapat meminimalisasi korban jiwa maupun kerusakan material," katanya.

Sebab, bencana gempa bumi dan tsunami tahun 2004 di Aceh tidak terulang kembali hingga menewaskan 120 ribu orang dan puluhan ribu hilang. Selain itu, kerusakan material hingga menyebabkan kerugian sekitar Rp 45 triliun.

"Kami yakin dengan simulasi dan sosialisasi itu minimal mereka bisa menyelematkan evakuasi diri sendiri secara mandiri," katanya.

Menurut dia, pemerintah daerah telah sekitar 120 titik jalur evakuasi di enam kecamatan daerah potensi gempa bumi dan tsunami. (*)

Sumber: ANTARA

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan