Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BNPB Bantah Kabar Gunung Ile Ape Lewotolok Meletus

Zulfikar Sy - Rabu, 11 Oktober 2017

MerahPutih.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan Gunung Ile Ape Lewotolok di Kabupaten Lembata tidak meletus.

"Banyak berita-berita palsu atau hoax yang menyebar saat ini yang memberitakan bahwa Gunung Ile Lewotolok meletus, padahal itu tidak benar," katanya dalam siaran pers yang diterima oleh di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (11/10).

Ia mengatakan memang sejak Selasa (10/10) sempat terjadi gempa empat kali berturut-turut dengan kekuatan 3,9-4,9 Skala Richter (SR) dengan pusat gempa terjadi di sekitaran Gunung Ile Ape Lewotolok.

Namun hingga Rabu pagi status gunung berapi tersebut tetap dalam status waspada atau level 2 dan tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik dan tidak ada letusan.

"Status waspada gunung itu sudah ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak Sabtu (7/10) lalu pukul 20.00 WITA," ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Pemantauan aktivitas Gunung Ile Ape Lewotolok dilakukan secara terus menerus dari Pos PGA di Desa Laranwutun, Kecamatan Ili Ape.

Rekomendasi PVMBG, masyarakat di sekitar Gunung Ile Ape Lewotolok dan pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah Gunung Ili Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 2 km dari puncak/pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

"Seluruh pihak agar menjaga ketenangan suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan berita bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Ile Ape Lewotolok yang tidak jelas sumbernya," ujarnya.

Untuk diketahui Gunung Ile Ape Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur mempunyai ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut. Gunung tersebut pernah meletus pada tahun 1660, 1819, 1849, 1852, 1821, 1864, 1889, dan 1920. (*)

Sumber: ANTARA

Baca Artikel Asli