Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BNPB Bagikan Data Visual Terkini Pada Warga Lereng Gunung Ibu

Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 09 Juni 2024

MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan sosialisasi temuan di lapangan dari hasil monitoring visual menggunakan pesawat nirawak (drone) wilayah rawan bencana sekunder erupsi Gunungapi Ibu.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, sosialisasi tersebut dikhususkan kepada warga pengungsi maupun mereka yang tinggal di desa-desa yang dilalui jalur sungai berhulu di lereng puncak gunungapi berketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Tim pemetaan yang terdiri dari Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom), Direktorat Pemetaan Risiko Bencana dan Direktorat Mitigasi itu membawa hasil visualisasi pencitraan udara kepada masyarakat yang sebelumnya mereka telah menantikan informasi penting sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan.

"Hasil pemetaan sementara itu dicetak dengan ukuran yang besar dan dipasang di pos pengungsian agar masyarakat dapat melihat dengan jelas bagaimana kondisi geografis dan topografi di wilayah permukiman mereka," ujar Adbul Muhari dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (9/6).

Baca juga:

Ribuan Warga Halmahera Barat Dievakuasi Akibat Erupsi Gunung Ibu

Tim juga membagikan informasi melalui perangkat komputer jinjing untuk menunjukan di mana wilayah permukiman mereka, apa saja potensi risiko bencananya dan bagaimana langkah mitigasi serta antisipasinya.

Bagi masyarakat yang bermukim di wilayah kaki Gunungapi Ibu, kehadiran tim pemetaan BNPB memberikan pengalaman dan literasi baru terkait adanya potensi dampak risiko bencana sekunder dari aktivitas vulkanik gunungapi yang saat ini berada pada level IV atau "Awas".

Segala informasi yang mereka dapatkan dari presentasi tim pemetaan BNPB, masyarakat menjadi lebih memahami apa yang harus dilakukan jika muncul tanda-tanda atau beberapa faktor lain yang dapat memicu terjadinya bencana sekunder erupsi Gunungapi Ibu. (Asp)

Baca Artikel Asli