MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan potensi dinamika iklim yang perlu diwaspadai sepanjang 2026, termasuk peluang munculnya fenomena El Niño pada paruh kedua tahun.
Pada awal Maret 2026, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa hasil pemantauan anomali iklim global di Samudra Pasifik menunjukkan indeks ENSO berada di angka -0,28 atau masih dalam kondisi netral.
Meski demikian, memasuki pertengahan tahun, peluang kemunculan El Nino dengan kategori lemah hingga moderat diperkirakan mencapai 50–60 persen pada semester kedua.
"Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun," kata Faisal dalam keterangannya saat itu.
Baca juga:
Apa Itu El Nino dan La Nina? Dari Pengertian, Fenomena Iklim dan Pengaruhnya di Indonesia
BMKG juga mencatat, sebanyak 114 zona musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada April.
Wilayah yang terdampak meliputi pesisir utara Jawa bagian barat, pesisir utara dan selatan Jawa Tengah, sebagian besar D.I Yogyakarta, sebagian wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian kecil Sulawesi Selatan.
Selanjutnya, sekitar 184 ZOM (26,3 persen) diproyeksikan memasuki musim kemarau pada Mei, disusul 163 ZOM (23,3 persen) lainnya pada Juni.
Berdasarkan analisis BMKG, puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada Agustus 2026, mencakup sekitar 429 ZOM atau 61,4 persen wilayah.
Baca juga:
El Nino 'Godzilla': Ancaman Cuaca Ekstrem yang Bisa Perpanjang Kemarau di Indonesia
Sementara itu, wilayah lainnya diperkirakan mengalami puncak kemarau lebih awal pada Juli (12,6 persen) dan sebagian lagi pada September (14,3 persen).
Adapun daerah yang diprediksi mengalami puncak musim kemarau lebih awal pada Juli meliputi sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta meluas ke sebagian kecil Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga wilayah barat Pulau Papua.
Dengan potensi kemarau yang datang bertahap dan peluang munculnya El Niño, masyarakat diimbau untuk mulai meningkatkan kewaspadaan, terutama terkait ketersediaan air dan potensi kekeringan di sejumlah wilayah. (Far)