BMKG Peringatkan Banjir Rob di Jakarta, Pasang Maksimum Dipicu Supermoon
Jumat, 02 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir Jakarta diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang pasang air laut hingga ke daratan atau banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi hingga 7 Januari 2026.
Peringatan ini disampaikan setelah BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok melaporkan adanya fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase Bulan Purnama dan Perigee (Supermoon).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan kombinasi dua fenomena alam tersebut berpotensi memicu kenaikan signifikan muka air laut, khususnya di wilayah pesisir utara Jakarta.
“Fenomena Bulan Purnama yang bertepatan dengan Perigee dapat menyebabkan pasang air laut lebih tinggi dari biasanya dan berisiko menimbulkan banjir rob,” ujar Isnawa kepada wartawan, Jumat (2/1).
Baca juga:
Ia menjelaskan, puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, dengan sejumlah kawasan pesisir yang berpotensi terdampak.
Wilayah yang perlu mewaspadai banjir rob meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, hingga Kepulauan Seribu.
“Masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan, mengingat durasi pasang tinggi ini bisa berlangsung selama beberapa hari berturut-turut,” katanya.
BPBD DKI Jakarta juga mengimbau warga untuk memantau perubahan cuaca dan dinamika air laut, serta menghindari aktivitas di wilayah pesisir yang rawan terdampak banjir rob, terutama saat puncak pasang.
“Pastikan sistem drainase di sekitar rumah berfungsi dengan baik agar dapat meminimalkan genangan air,” ucap Isnawa.
Baca juga:
Tanggul NCICD Ancol Barat Hampir Rampung, Pramono Targetkan Jakarta Utara Bebas Banjir Rob
Fenomena Supermoon Dituding Penyebab Banjir Rob Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Selain itu, masyarakat diminta aktif memantau informasi resmi pemerintah melalui berbagai kanal digital, seperti laman Peringatan Dini Gelombang Pasang di bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, aplikasi JAKI untuk pelaporan genangan, serta situs pantaubanjir.jakarta.go.id guna memperoleh pembaruan kondisi secara real-time.
“Pemerintah juga telah menyiapkan layanan darurat gratis 112 untuk merespons situasi darurat dan laporan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” pungkasnya. (Asp)