MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 8.330 kali gempa susulan telah mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Data tersebut dihimpun hingga Kamis (27/8).
Meski demikian, aktivitas gempa susulan dilaporkan mulai menunjukkan tren penurunan selama dua hingga tiga pekan ke depan.
"Sisanya hanya berupa gempa kecil berskala 2 hingga 3 MMI yang tidak merusak bangunan dan hanya tercatat oleh alat," ucap Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (27/8).
Baca juga:
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
BMKG Bantah Isu Gempa M8,1 Picu Tsunami
Wijayanto secara tegas membantah isu yang beredar di masyarakat mengenai ancaman gempa susulan bermagnitudo 8,1 yang akan memicu tsunami besar.
Ia memastikan informasi tersebut tidak benar dan meminta masyarakat tidak mempercayai kabar yang beredar.
Saya pastikan itu adalah hoaks dan berita tidak benar. Tidak ada lagi gempa susulan yang akan mengakibatkan tsunami di daerah tersebut,
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto.
Warga Diminta Perhatikan Kondisi Rumah
Sebagai langkah mitigasi lanjutan, BMKG mengimbau warga yang rumahnya mengalami kerusakan struktural untuk tetap tinggal di pengungsian.
Sebaliknya, jika rumah hanya mengalami kerusakan ringan seperti retak rambut pada dinding, warga dipersilakan kembali ke rumah dengan tetap meningkatkan kewaspadaan. (Knu)