MERAHPUTIH.COM - PERJALANAN aksi kemanusiaan Yayasan JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation) di Flores memasuki hari kedelapan. Tim kembali bergerak menyusuri kampung-kampung di Kabupaten Manggarai untuk memastikan bantuan menjangkau warga terdampak gempa, termasuk mereka yang berada jauh dari pusat keramaian dan titik pengungsian utama.
Sebanyak 30 paket bantuan kemanusiaan disalurkan pada hari kedelapan kepada masyarakat di tiga wilayah, yakni Kampung Laci, Kelurahan Laci Carep, Kecamatan Langke Rembong; Kampung Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i; dan Kampung Mendo, Desa Golo Mendo, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai.
Bantuan diberikan secara langsung kepada warga sebagai bagian dari upaya JHL Foundation memastikan distribusi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah yang mudah dijangkau. Paket bantuan berisi kebutuhan pokok dan perlengkapan dasar untuk membantu masyarakat melewati masa pemulihan pascagempa.
Perjalanan delapan hari sebelumnya telah membawa tim JHL Foundation menyusuri wilayah Manggarai Barat, Manggarai, hingga Manggarai Timur. Tim mendatangi puluhan desa dan kampung, menghadapi medan berbukit, jalan rusak dan akses yang sulit, hingga menyalurkan bantuan dalam perjalanan yang berlangsung dari pagi sampai malam.
Baca juga:
JHL Foundation Kembali Menyisir Pelosok Manggarai Barat, 105 Paket Bantuan Disalurkan
Total bantuan yang telah disalurkan juga terus bertambah dari hari ke hari. Pada hari ketiga, 50 paket diberikan kepada warga Desa Welong dan Desa Ranggi. Hari keempat sebanyak 130 paket disalurkan di sejumlah wilayah Kecamatan Ruteng. Hari kelima, sedikitnya 166 paket kembali dibagikan hingga pelosok Manggarai dan Manggarai Timur. Hari ketujuh, sebanyak 70 paket menjangkau enam wilayah di Kabupaten Manggarai.
Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation) Jerry Hermawan Lo mengatakan perjalanan tersebut merupakan upaya untuk memastikan masyarakat yang berada di wilayah sulit dijangkau tetap mendapatkan perhatian.
"Kami tidak ingin bantuan hanya sampai di tempat yang mudah didatangi. Karena itu kami terus masuk ke kampung-kampung, bertemu langsung dengan masyarakat dan melihat kebutuhan mereka. Selama masih ada yang membutuhkan, kami akan berusaha hadir," ucapnya.
Bagi JHL Foundation, perjalanan dari satu kampung ke kampung lainnya bukan sekadar soal jumlah paket yang disalurkan. Setiap pertemuan menjadi kesempatan untuk mendengar kondisi warga, memberikan semangat, dan memastikan masyarakat Flores tidak merasa sendirian menghadapi dampak bencana.
Setelah delapan hari bergerak di lapangan, JHL Foundation terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Di Flores, jarak bukan sekadar angka di peta. Kadang ia berupa bukit, jalan rusak, dan kampung yang tersembunyi di balik tikungan. JHL Foundation memilih menempuh jarak itu agar bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang menunggu.(*)
Baca juga:
JHL Foundation Antarkan Bantuan ke Seminari Tertua di Flores