Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Binance Kena Hack, Bekukan Aset Senilai USD 6,3 Miliar

Dwi Astarini - 1 jam, 49 menit lalu

MERAHPUTIH.COM — BINANCE mengalami serangan siber terbesar, Kamis (29/10). Peretas dikabarkan mencuri USD 6,3 miliar dari Binance, bursa kripto terbesar di dunia. Para analis menyebut serangan siber ini sebagai peretasan kripto terbesar sepanjang sejarah.

Perusahaan analisis blockchain asal AS, TRM Labs dan Chainalysi, mengatakan para peretas di balik aksi penyerangan ini berasal dari Korea Utara. Para penyerang menargetkan dompet Binance di 10 blockchain dan memindahkan sebagian besar dana tersebut dalam waktu sekitar 20 menit. Demikian disebutkan TRM Labs dalam sebuah pernyataan.

Binance menyatakan telah bekerja sama dengan para mitra untuk membekukan aset-aset yang terdampak. Sejauh ini sekitar USD 3 miliar berhasil dilacak lokasinya. Binance tidak menyebutkan status dari sisa dana USD 3,3 miliar lainnya. Co-Founder Binance, Yi He, menegaskan bursa tersebut akan menanggung seluruh kerugian akibat peretasan.

Binance menyampaikan simpanan para penggunanya tidak terpengaruh dan pihaknya memperkirakan akan melanjutkan kembali layanan penarikan dalam 48 jam mendatang. TRM menyebut beberapa pola dari serangan tersebut memiliki kemiripan dengan perampokan sebelumnya yang dikaitkan dengan Korea Utara, termasuk peretasan bursa kripto Bybit pada 2025 yang oleh Biro Investigasi Federal AS (FBI) telah dituduhkan kepada Pyongyang.

Baca juga:

Binance Digugat Lantaran Gunakan Ikon Tupai, Kok Bisa?



Perusahaan analitik Chainalysis dan para pakar industri lainnya menilai insiden ini bisa menjadi perampokan kripto terbesar di dunia.

"Ini peretasan terbesar dalam sejarah," ujar Aravind Srinivasan, pemimpin bisnis OTC sistematis di pembuat pasar kripto besar, GSR.



Laptop yang Diretas

Penyelidikan awal menunjukkan pembobolan tersebut mungkin dimulai dari sebuah laptop milik salah satu insinyur mereka yang diretas sehingga memungkinkan penyerang memperoleh akses ke salah satu sistem dan melakukan penarikan dana tanpa izin.

"Insiden ini berasal dari berbagai faktor. Tim keamanan kami sedang menelusuri alur serangan secara penuh melalui komputer yang terdampak, yang mungkin menjadi titik masuk insiden ini," kata Binance.

Binance, yang memungkinkan pengguna membeli, menjual, dan memperdagangkan aset digital, memiliki 335 juta pengguna terdaftar secara global dan mengelola aset simpanan (assets under custody) sekitar USD 162,8 miliar berdasarkan laporan tahunan bursa tersebut untuk 2025.

"Dana pengguna tetap aman," tegas Binance dalam pernyataannya.(dwi)

Baca juga:

Peretasan Google Bisnis Hotel Ubah Nomor Telepon, Rekening dan Harga Kamar

Baca Artikel Asli