Bibit Siklon Tropis 91S Muncul di Dekat NTB, Pertanda Apa?

Jumat, 23 Januari 2026 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan serius terkait kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudera Hindia, selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan pantauan terbaru, seluruh syarat teknis pembentukan badai tropis telah terpenuhi secara sempurna pada sistem siklonik ini.

Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB, Satria Topan Primadi, menegaskan bahwa sistem ini memiliki probabilitas sangat tinggi untuk berevolusi menjadi siklon tropis dalam kurun waktu 24 hingga 48 jam ke depan.

"Meski berpotensi tinggi menjadi siklon tropis, tapi pergerakannya menjauhi wilayah Indonesia menuju daratan Australia," jelas Satria di Mataram, Jumat (23/1).

Baca juga:

2 Siklon Akibatkan Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter Terjadi di Berbagai Daerah

Enam Amunisi Badai dan Awan Kumulonimbus

BMKG mencatat sedikitnya ada enam faktor utama yang membuat Bibit 91S ini begitu berbahaya. Salah satunya adalah suhu muka laut di sekitar sistem yang mencapai 26 hingga 29 derajat Celcius, angka yang melampaui ambang batas minimal energi badai. Kondisi atmosfer yang tidak stabil juga memicu pertumbuhan awan Kumulonimbus secara masif.

"Awan Kumulonimbus merupakan penanda wilayah konvektif kuat, adalah penting dalam perkembangan siklon tropis," papar Satria.

Selain itu, kelembapan tinggi di ketinggian lima kilometer menjadi bahan bakar utama yang mendukung perkembangan badai guntur di dalam pusat siklon tersebut.

Baca juga:

Hujan Sangat Lebat Ancam Jakarta, 536 Pompa Bergerak Disiaga Pemerintah

Dampak Ngerem ke Bali, Jatim, dan Nusa Tenggara

Walaupun pusat badai diprediksi bergerak ke arah Australia, masyarakat diimbau tidak lengah. Fenomena ini menciptakan efek tarikan massa udara yang signifikan di wilayah Indonesia bagian selatan. Dampak tidak langsungnya tetap mengancam keselamatan warga melalui cuaca ekstrem.

BMKG memetakan wilayah NTB dan NTT berpeluang besar diterjang hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara itu, Bali dan Jawa Timur diprediksi mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan