Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

‘Bertemu Arinta di Makkah, Gadis Lombok yang Memilih Berhaji daripada Jalan-jalan’

Noer Ardiansjah - Rabu, 02 September 2015

MerahPutih Nasional – Ini kisah tentang pertemuan petugas Media Center Haji PPIH Arab Saudi 2015 dengan seorang jemaah haji berusia 20 tahun yang tengah terpisah dengan rombongannya, di Masjidil Haram, Mekah.

"Arinta takjub saat melihat Baitullah Ka’bah, sama seperti kebanyakan jamaah haji yang lainnya. Matanya berlinang. Kalimat tasbih dan hamdalah spontan meluncur saat melihat keagungan titik kiblat miliaran umat Islam sedunia itu," begitu kalimat pertama tim Media Center Kemenag dalam ceritanya dilansir kemenag.go.id.

“Subhanallah, alhamdulillah bisa sampai di sini. Rasanya enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ungkap Arinta kepada tim, Selasa (01/09) lalu.

Walau baru akan berusia 20 tahun pada bulan Oktober nanti, perempuan yang memiliki nama lengkap Arinta Prokasih ini tidak takut berangkat haji sendirian. Doanya yang pertama kali di depan Kabah adalah agar dicukupkan rezekinya supaya bisa datang kembali ke Tanah Suci bersama keluarga.

“Semoga bisa balik lagi ke sini (berhaji) bersama orang-orang rumah,” katanya.

Arinta mengaku sudah mulai menabung untuk naik haji sejak berusia 12 tahun. Orang tuanya yang sudah berhajilah yang meminta Arinta untuk bisa merasakan pengalaman spiritual di Tanah Suci.

“Ibuku bilang ini buat ibadah,” tuturnya.

“Yang penting rukun Islamnya sudah selesai semua,” jawab Arinta saat ditanya kenapa memilih berhaji di saat teman-teman seumurannya mungkin lebih memilih jalan-jalan atau shopping.

Ketika melakukan umrah haji di Masjidil Haram, Arinta dan bersama dua orang lainnya dari Kloter 1 Lombok (LOP 01) sempat terpisah dari rombongan. Pada saat itu mereka sudah selesai melakukan thawaf (keliling Kabah). Meskipun terpisah, Arinta mengaku tetap tenang karena pesan ibunya.

“Dibilang sama ibuku kalau pisah jangan panik. Pasti ketemu sama rombongan. Kalau enggak, di sana kan banyak petugas hajinya juga. Pasti bakalan diantar balik ke maktab,” tutur calon sarjana hukum dari Universitas Mataram ini.

Petugas menceritakan, setelah pertemuan itu, Arinta dan 2 anggota rombongan lainnya dipandu untuk sa’i. Di ujung perjalanan sa’i, atas kehendak Allah, Arinta bertemu kembali dengan rombongannya. “Terima kasih ya, Om,” tuturnya sopan kepada petugas sambil berlalu untuk melakukan tahallul.

 

 

Baca Juga:

Embarkasi Jakarta Telah Berangkatkan 5.797 Calon Jamaah Haji

Jemaah Haji Indonesia Suka Malu Bertanya di Mekah

22 Kloter Embarkasi Haji Bekasi Diberangkatkan

Sebanyak 8 Jemaah Haji Asal Indonesia Meninggal Dunia

Baca Artikel Asli