Berkaca dari Keributan di Debat Kedua, KPU Siapkan Komite Damai

Senin, 11 Maret 2019 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membentuk komite damai untuk mencegah keributan saat debat Cawapres, Minggu (17/3) mendatang. Kegaduhan seperti debat jilid kedua kemarin tak boleh terulang.

"Kemarin itu kan ada kegaduhan debat kedua, KPU membuat regulasi dan telah disepakati oleh TKN 01 dan BPN 02 untuk bersama sama memastikan debat ketiga berjalan dengan baik, kemarin disepakati kita membentuk komite damai. Itu terdiri dari perwakilian 01, perwakilan 02, dari kpu dan Bawaslu. Komite damai ini dimaksukan untuk mengatasi jika ada permasalahan sepanjang debat," ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan dalam keterangannya, Senin (11/3).

Wahyu melanjutkan, dukungan dalam bentuk yel-yel di dalam ruangan debat harus diberikan pada saat off air. Dengan catatan, yel-yel itu bersifat mendukung paslonnya masing-masing.

"Tidak boleh yel-yel itu diarahkan untuk menyerang paslon lain, itu juga aturan baru untuk mengatur pendukung yang hadir dalam debat itu," jelas Wahyu.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan. (ANTARA/Reno Esnir/re1)

"Jadi silahkan membawakan yel-yel tapi yel-yel itu dimaksudkan untuk dukungan dan semangat pada paslon nya sendiri, tidak diarahkan kepada paslon lain, jadi tidak boleh ada yel-yel yang bersifat provokatif menyerang kandidat lain," tambah Wahyu.

Jika melanggar aturan dengan saling ribut, komite ini akan menindaknya. "Tidak menutup kemungkinan jika diperingatkan berkali kali tidak tertib, maka bisa saja yang bersangkutan dikeluarkan dari arena debat, " tutup Wahyu.

Beberapa waktu lalu, keributan antar pendukung terjadi ketika debat kedua. Video keributan itu pun jadi viral di media sosial.

Ketika itu, politikus Demokrat yang juga anggota BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahean mengamuk karena merasa format debat memberatkan jagoannya. Nah, disaat bersamaan, Menko Maritim, Luhut Panjaitan pun terpancing emosi dan terlihat geram dan meminta Ferdinand tak melakukan perbuatan yang anarkis. (Knu)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan