Beras Wajib Satu Harga di Seluruh Indonesia, Bulog Dapat Margin 7 Persen
Senin, 12 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Pemerintah menetapkan sistem satu Harga untuk beras Bulog di seluruh Indonesia, seperti penetapan satu harga BBM.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menetapkan margin penugasan Perum Bulog sebesar 7 persen untuk memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional.
Penetapan margin penugasan tersebut menjadi bagian dari penguatan instrumen kebijakan pangan, termasuk mendukung upaya penerapan kebijakan beras satu harga secara nasional.
“Dihitung bersama Kementerian Keuangan dan BPKP, (margin penugasan Bulog) disetujui 7 persen. Itu utamanya untuk menjamin agar harga beras bisa satu harga di seluruh Indonesia,” kata Zulhas usai rapat koordinasi terbatas (rakortas) bidang pangan di Jakarta, Senin (12/1).
Baca juga:
DPR Dorong Swasembada Pangan Meluas, Termasuk Mandiri Jagung, Kedelai, dan Protein Hewani
Penguatan margin penugasan diperlukan karena selama ini ruang pembiayaan operasional Bulog relatif terbatas, terutama untuk mendukung distribusi beras ke wilayah dengan biaya logistik tinggi.
Penguatan peran Bulog dinilai penting agar distribusi beras dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk kawasan Indonesia Timur, sehingga disparitas harga antardaerah dapat ditekan.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengapresiasi keputusan pemerintah yang memberikan dukungan margin penugasan tersebut sebagai bentuk penguatan terhadap peran Bulog.
"Dalam rakortas sudah diputuskan dukungan margin fee 7 persen. Kami bersyukur dan menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah, khususnya Pak Presiden, Pak Menko dan para menteri," ungkap Rizal.
Besaran margin tersebut merupakan hasil penyesuaian dari usulan awal Bulog sebesar 10 persen, setelah mempertimbangkan kebutuhan operasional dan kondisi logistik nasional.
Rizal menyebutkan karakteristik distribusi pangan di Indonesia yang tersebar di banyak pulau, sehingga membutuhkan biaya transportasi yang lebih tinggi dibandingkan negara dengan wilayah daratan yang menyatu.
"Distribusi Bulog itu dari Sabang sampai Merauke, menggunakan kapal dan pesawat. Biaya operasionalnya tentu tinggi,” tutur Rizal.