Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Truk Tanah Dilarang Melintas di Bekasi Siang Hari

Angga Yudha Pratama - Senin, 07 Oktober 2019

Merahputih.com - Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat membatasi jam operasional truk pengangkut tanah mulai pekan ini. Hal itu ditandai dengan terpasangnya rambu-rambu terkait pada Minggu (6/10) kemarin.

"Semua truk tanah tidak diperbolehkan melintas di siang hari dan hanya diperbolehkan melintas pada pukul 21.00-05.00 WIB. Jika melanggar tentunya akan diberikan sanksi tegas kepada pengemudi maupun pemiliknya," ujar Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Dedet Kusmuyadi di Bekasi, Senin (7/10).

Baca Juga:

Geledah Rumah Terduga Teroris di Bekasi, Densus Temukan Bendera ISIS dan Panah

Pembatasan itu dilakukan lantaran operasional truk tanah di siang hari dianggap mempercepat kerusakan jalan raya. Selain itu juga menimbulkan kemacetan dan membahayakan pengendara lainnya. Apalagi sudah ada beberapa kejadian kecelakaan lalu lintas.

"Pembatasan jam operasional truk tanah ini agar dipahami oleh masyarakat. Saat ini ada dua titik pemasangan rambu yakni di Jalan Raya Perjuangan (di perlintasan kereta api dekat Stasiun Bekasi) sama di Jalan Pejuang Pondok Ungu, Kecamatan Bekasi Utara. Selanjutnya rambu ini akan dipasang di sejumlah jalan lain," jelas Dedet.

Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat memasang rambu larangan melintas bagi truk pengangkut tanah di Jalan Raya Perjuangan, tepat di perlintasan kereta api Stasiun Bekasi. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

Jika dengan dua rambu tersebut masih didapati banyak sopir truk yang melanggar maka petugas akan memperbanyak rambu larangan tersebut.

"Jika masih banyak yang melanggar alasannya tidak ada rambu maka ini kita pasang lebih banyak lagi. Adanya rambu ini polisi juga tidak usah sungkan untuk melakukan penilangan," singkat Dedet dikutip Antara.

Baca Juga:

Kena Imbas Bau Bantargebang, Bekasi Ajukan Kompensasi ke DKI Rp367 Miliar

"Bercampurnya moda besar sama moda kecil itu rawan kecelakaan apalagi mereka ini muatannya berlebih. Sama K3-nya kebersihan jalannya," lanjut Dedet. (*)

Baca Artikel Asli