MESKI menjadi sesuatu yang cukup menakutkan ternyata keinginan untuk melakukan bunuh diri bisa dicegah. Salah satu caranya adalah meningkatkan imun (daya tahan) mental dan jiwa seseorang.
Imun mental yang tinggi membuat kesehatan jiwa baik dan stabil. Ahli Psikologi Klinis Dra. Sumarni, M.Kes menyarankan peningkatan kesehatan mental dilakukan sejak dini. Orangtua berperan penting melatihan kekuatan mental anak-anak.
Misalnya sejak usia 0-18 bulan orangtua harus membangun bonding yang kuat dengan anaknya. Jika anak menangis dan butuh sesuatu, orangtua harus peka dan segera mendekapnya.
"Dengan dekapan atau ciuman, anak jadi merasa dicintai, dilindungi dan aman. Anak yang tidak dapat perlakuan itu waktu kecil akan tumbuh menjadi anak yang cemas, penuh ketakutan dan rentan gangguan jiwa," jelas Sumarni.
Orangtua diminta tidak memanjakan anak dan mengabulkan seluruh permintaan anak secara instan. Anak-anak perlu diajari untuk menunggu atau harus memerlukan usaha untuk mendapatkan sesuatu.
Misalnya saat anak ingin mainan, orangtua bisa bisa meminta sang anak untuk menabung selama beberapa bulan, baru kemudian membelikannya.
"Dengan menunda permintaan anak, dia belajar untuk bersabar dan tidak memaksakan kehendak. Anak juga belajar saat ingin mendapatkan sesuatu, ia harus berjuang. Biarkan anak mengalami kegagalan dan belajar dari kegagalannya itu," tutur dia.
Selain itu Orangtua diminta mengajarkan anak-anak management stress agar bisa cepat bangkit dari keterpurukan. Terakhir, Sumarni menilai anak-anak juga perlu diajarkan untuk tidak membuliying, melakukan kekerasan pada temannya sejak di bangku PAUD.
Sementara saat melihat kerabat atau orang terdekat menunjukkan gejala-gejala bunuh diri, kita bisa segera mencegahnya dengan melakukan beberapa cara.
Pertama adalah memberikan perhatian dan menemaninya sesering mungkin. Langkah kedua adalah mendengarkan keluh kesahnya tanpa perlu membantah segala ucapannya. Langkah ketiga saat emosi orang tersebut sudah stabil, beri pengertian dan dukungan perlahan yang memacu dia untuk bangkit dari keterpurukan.
“Ajak tokoh atau orang yang menjadi teladan atau dihormati di lingkungan sekitar untuk mengembalikan semangat dan kebahagiaan orang yang hendak bunuh diri tersebut,” kata Sumarni.
Langkah terakhir adalah mengalihkan keinginan bunuh diri ke kegiatan atau hal-hal yang ia sukai atau hal-hal yang bisa membuatnya senang dan semangat hidup kembali seperti traveling, ikut kegiatan sosial, live in di suatu tempat dan lakukan kegiatan hobinya.
Berita ini berdasarkan laporan Teresa Ika, kontributor Merahputih.com untuk Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya: Indonesia Tempati Urutan Ke-114 Dalam Kasus Bunuh Diri