Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Beberapa Pria Ternama Ini Bicara Tentang Kesehatan Mental

Febrian Adi - Selasa, 27 Desember 2022

LELAKI pasti sering dikondisikan untuk menderita dalam kesunyia. Penderitaan yang dimaksud salah satunya adanya frasa seperti ‘pria sejati tidak menangis’. Itu telah lama menimbulkan masalah dengan lapisan kejantanan yang baru.

Untungnya, dalam beberapa tahun ke belakang, stigma itu mulai runtuh karena banyak pria yang mulai berbicara untuk memutus siklus racun maskulinitas. Diharapkan, mereka secara efektif bisa mengubah persepsi publik yang terus berkembang tentang seperti apa seorang pria seharusnya.

Baca juga:

Depresi dan Kesedihan, Serupa Namun Tak Sama

Seperti dikabarkan Askmen, banyak pria yang akhir-akhir ini blak-blakan dengan platform mereka sendiri, ini mencangkup atlet dan selebritas lainnya. Ketika para public figure ini berbicara dan menunjukkan betapa manusiawinya mereka, hal itu sekaligus menghancurkan mitos bahwa uang, ketenaran, dan kesuksesan adalah semacam obat untuk kesehatan mental.

Michael Phelps

Atlet Michael Phelps bicara tentang kesehatan mental. (Foto: Instagram/@m_phelps00)

Ketika dirinya yang secara luas dianggap sebagai Olympian terhebat yang pernah ada, membuka pertempuran pribadinya dengan depresi dan bahkan pemikirannya untuk bunuh diri, banyak yang terkejut.

Nyatanya, menurut Phelps, puncak olimiade itulah yang sering menyebabkan penurunan terbesar untuk mentalnya. “Kamu berada di level olahraga tertinggi yang bisa didapatkan, maka kamu ingin melakukan yang baru, sesuatu yang gila. Tinggi ke rendah itu bisa membuat kamu berada di titik gelap,” ungkap Phelps seperti dikutip di USA Today.

Saat ini, setelah pensiun sepenuhnya, Phelps yakin dia telah menemukan panggilannya untuk menjadi pendukung kesehatan mental dirinya. “Untuk waktu yang lama, aku pikir meminta bantuan adalah tanda kelemahan. Namun jika seseorang ingin memanggil aku lemah karena meminta bantuan, itu masalah mereka. Karena aku menyelamatkan hidupku sendiri,” pungkasnya.

Baca juga:

Jauh Persamaan Antara Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Dwyane Johnson

The Rock sempat mengalami fase depresi. (Foto: Instagram/@therock)

Pria yang lebih dikenal sebagai The Rock ini telah menjadi salah satu bintang film terbesar di planet ini dalam beberapa tahun ke belakang. Karisma, sikap perian dan penampilan khasnya yang membara membawanya seakan menjadi pahlawan sejati. namun, dalam sebuah wawancara dengan Express, The Rock berbicara tentang bagaimana ia mengatasi beberapa titik terendah dalam hidupnya, termasuk percobaan bunuh diri ibunya ketika ia baru berusia 15 tahun dan mengalami depresi.

“Aku mencapai titik di mana aku tidak ingin melakukan apa pun atau pergi ke mana pun,” ucapnya merujuk kepada waktu setelah kejadian itu. “Aku menangis terus-menerus.”

Jim Carrey

Jim Carrey coba menangkan diri dengan terapeutik. (Foto: Instagram/@jimcarreyonline.official)

Aktor Jim Carrey pernah menjadi andalan di box office Hollywood di tahun 90an hingga awal 00an. Namun kepergiannya yang agak misterius dari pusat perhatian Hollywood bukanlah kebetulan. Tekanan industri meningkat, Carrey menjadi korban dari fluktuasi suasana hatinya secara terus-menerus. Awalnya ia mengelola depresinya dengan obat Prozaci tetapi dalam beberapa tahun terakhir ia berhenti minum obat, karena mencoba untuk menghindari pasang surut suasana hatinya.

"Aku mengalaminya selama bertahun-tahun, tetapi sekarang, ketika hujan datang, hujan turun, tetapi tidak bertahan lama. Tidak cukup lama untuk membenamkan dan menenggelamkan aku lagi." Carey sekarang beralih ke kecintaannya pada seni untuk mendapatkan kreativitasnya yang tinggi dan dia yakin prosesnya telah terapeutik. (far)

Baca juga:

Tanda Gejala Depresi Bagi Anak-Anak, Laki-laki, dan Perempuan

Baca Artikel Asli