Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tak Cukup Perkuat Tata Kelola, Bank Jakarta Punya Strategi Khusus Dekati Pelaku UMKM

Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Oktober 2026

MerahPutih.com - Bank Jakarta terus memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus memperluas akses layanan perbankan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, menegaskan bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama dalam menjalankan bisnis perbankan. Karena itu, penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) menjadi salah satu prioritas yang terus diperkuat secara berkelanjutan.

"Bisnis bank itu adalah bisnis kepercayaan. Supaya bank ini bisa dipercaya, tata kelola sudah menjadi hal yang wajib dan itu terus-menerus kita bangun," kata Agus seusai diskusi bersama Lintas Generasi Aktivis (LIGA) Pro Jakarta di Gedung Gondangdia Lama 25, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (29/10).

Dalam diskusi bertema “Memperkuat Kepercayaan, Memperkuat Tata Kelola, Menggerakkan Jakarta Kota Global” tersebut, Agus menjelaskan bahwa penguatan GCG dilakukan melalui sejumlah langkah. Upaya itu mencakup peningkatan kepatuhan, pengelolaan risiko, hingga penguatan sistem pengendalian internal.

Menurutnya, seluruh aspek tersebut harus diterapkan secara konsisten agar operasional perbankan berjalan sehat, transparan, dan akuntabel. Tata kelola yang baik juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha sekaligus memperkuat kepercayaan nasabah.

Lima Prinsip GCG Jadi Landasan Bank Jakarta

Agus menyebut terdapat lima prinsip utama yang menjadi landasan penerapan tata kelola perusahaan, yakni transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, integritas, dan kewajaran.

Kelima prinsip tersebut perlu dijaga dan diterapkan secara konsisten untuk memastikan perusahaan menjalankan operasional secara bertanggung jawab serta mempertahankan kepercayaan masyarakat.

"Kelima prinsip ini harus terus dijaga dan diterapkan secara konsisten untuk memperkuat kepercayaan nasabah serta memastikan keberlangsungan bisnis Bank Jakarta," ujarnya.

Penguatan tata kelola tersebut berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kualitas manajemen risiko dan sistem pengawasan internal. Dengan demikian, Bank Jakarta berupaya menjaga kesehatan operasional sekaligus memperkuat fondasi bisnis jangka panjang.

Baca juga:

Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas

Bank Jakarta Dekatkan Layanan Perbankan ke Pelaku UMKM

Selain memperkuat tata kelola, Bank Jakarta juga mengembangkan sentra mikro dan sentra UMKM untuk memperluas jangkauan layanan perbankan bagi pelaku usaha.

Strategi ini dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing kelompok usaha. Agus menjelaskan, pengembangan sentra mikro membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan sentra UMKM.

Pelaku usaha mikro, menurutnya, membutuhkan akses layanan yang lebih dekat dengan lokasi usaha dan pasar tempat mereka beraktivitas. Sementara itu, layanan untuk pelaku UKM dapat dipusatkan di sejumlah sentra tertentu.

"Kalau sentra UKM tidak perlu terlalu banyak karena bisa dipusatkan di sentra-sentra tertentu, kemudian pelaku usahanya yang bergerak. Namun, kalau mikro harus dekat dengan pasarnya," jelasnya.

Melalui penempatan layanan yang lebih dekat dengan pusat aktivitas ekonomi masyarakat, Bank Jakarta berharap pelaku usaha mikro semakin mudah mengakses layanan keuangan.

Kemudahan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan transaksi maupun pembiayaan untuk pengembangan usaha.

Jumlah Nasabah Bank Jakarta Capai Empat Juta Orang

Agus mengungkapkan, jumlah nasabah Bank Jakarta saat ini mencapai sekitar empat juta orang. Angka tersebut menjadi salah satu gambaran jangkauan layanan perbankan yang terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Melalui penguatan tata kelola, peningkatan manajemen risiko, serta perluasan akses layanan bagi UMKM, Bank Jakarta berupaya menjaga kepercayaan nasabah sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Jakarta,

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo.

Dengan strategi tersebut, Bank Jakarta berupaya menjalankan dua agenda secara bersamaan, yakni memperkuat kepercayaan melalui tata kelola perusahaan dan memperluas peran perbankan dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM.

Baca juga:

Bank Jakarta Perkuat Strategi Keuangan dan Reputasi Merek Lewat 2 Penghargaan

Bank Jakarta Terbuka terhadap Kritik dan Masukan

Dalam kesempatan yang sama, Agus mengapresiasi LIGA Pro Jakarta yang telah menggelar diskusi sekaligus memberikan masukan bagi kemajuan Bank Jakarta.

Ia menilai kritik konstruktif diperlukan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja perusahaan.

"Kami tentu tidak anti terhadap kritik membangun. Sebab, kritik diperlukan sebagai sarana evaluasi agar semakin baik lagi," imbuhnya.

Sementara itu, Presidium LIGA Pro Jakarta, Syafti Hidayat yang akrab disapa Ucok, mengapresiasi berbagai inovasi dan terobosan Bank Jakarta di bawah kepemimpinan Agus H Widodo.

Ia berharap Bank Jakarta terus meningkatkan kualitas layanan agar mampu bersaing dengan bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun perbankan swasta.

"Semoga layanan Bank Jakarta dapat terus ditingkatkan dan bisa mengungguli bank-bank Himbara maupun swasta," pungkasnya. (Asp)

Baca Artikel Asli