Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Banjir Bandang di Buleleng, 8 Orang Dikabarkan Hanyut

Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 07 Maret 2026

MerahPutih.com - Bencana banjir bandang terjadi di Desa Banjar, Buleleng, pada Jumat (6/3) malam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat delapan orang hanyut, empat orang diantaranya selamat, tiga orang masih dalam pencarian,

"Dan satu orang meninggal dunia,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana saat dikonfirmasi di Denpasar, Sabtu (7/3).

Ia menyampaikan ia saat ini sedang di perjalanan menuju Desa Banjar, khususnya lokasi tiga korban yang belum ditemukan.

Baca juga:

BMKG Prediksi Hujan Lebat 6–12 Maret, Warga Jakarta Diminta Waspada Banjir

Adapun tiga orang korban yang belum ditemukan atau masih dalam pencarian, yaitu warga Banjar Ambengan atas nama Komang Suci (44), Putu Wini (17), dan Kadek Wahyu (12).

Kemudian, empat korban yang ditemukan selamat, yaitu warga Banjar Ambengan atas nama Kadek Witana (45), Made Putra (76), Nyoman Mudra (73), dan Putu Suami (72).

Sementara untuk korban meninggal dunia bernama Dewa Ketut Adi Suarjaya (55), warga Banjar Santal.

Sejak 12 jam terakhir situasi kebencanaan sudah menunjukkan banyak kejadian, terutama di Kabupaten Buleleng.

Terhitung sejak pukul 18.00-06.00 Wita, terdapat 19 kejadian, yaitu banjir bandang di Desa Banjar, banjir di Desa Pancasari, banjir di Desa Kayuputih, banjir di Desa Bubunan, banjir di Desa Dencarik, banjir di Desa Tampekan, banjir di Desa Gobleg, banjir di Desa Pedawa, dan banjir di Desa Lemukih.

Selain itu, cuaca ekstrem juga menyebabkan tanah longsor dan pohon tumbang di Buleleng, yaitu longsor di bawah Shortcut KM 18, Desa Gitgit, sandaran longsor menimpa rumah warga di Desa Bestala, longsor menutupi Jalan Raya Singaraja-Denpasar, longsor di Desa Banyuseri.

Selanjutnya, sandaran longsor menimpa rumah warga di Desa Bestala, jembatan usaha tani putus di Desa Bestala, tanggul jebol di Desa Kalianget, rumah rusak akibat hujan dan angin kencang di Desa Bestala, jembatan Tukad Pengangkidan Jebol di Desa Pedawa, dan pohon tumbang di Desa Busungbiu.

Masyarakat diminta tetap waspada mengingat Bibit Siklon Tropis 90S, 93S dan 92P masih dapat memberikan dampak tidak langsung di wilayah Bali. (*)

Baca Artikel Asli