MerahPutih.com - Pengamat kepolisian Bambang Rukminto mengkritik langkah beberapa personel polri karena masih mengadakan kegiatan yang mengundang keramaian masyarakat ataupun wartawan.
Beberapa kegiatan itu adalah bagi-bagi masker yang mengundang artis di tengah jalan atau operasi pasar yang menarik perhatian masyarakat. Pasalnya, bisa saja dari keramaian itu menyebarkan virus corona.
Baca Juga
Berpotensi Terinfeksi Virus Corona, Polda Metro Bekali Polantas dengan APD
Peneliti ISESS Bidang Kepolisian ini meminta kepada Kapolri Jenderal Idham Azis untuk menegur Jajarannya karenakarena memanfaatkan penyeberan virus corona sebagai ajang cari panggung.
"Kalau masing-masing personel pingin menjadikan epidemik corona ini sebagai panggung itu masih memungkinkan. Hanya saja tindakan itu jelas tidak mengindahkan himbauan presiden. Kapolri sekali lagi harus membuat teguran keras bagi jajarannya yang tak mengindahkan protokol social distancing," ujar dia kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/3).
Seharusnya Polda Metro Jaya dan seluruh Polda lainnya bisa menjadi contoh tindakan disiplin protokol pencegahan Covid-19 tidak dengan cara ditempat keramaian. Pasalnya, penegak hukum itu sudah melanggar SOP yang dikeluarkan oleh Pemerintah.
"Saat ini bukan waktunya membuat panggung yang kontroversial, epidemik ini kedaruratan," jelas Bambang.
Ia menilai, harusnya jajaran kepolisian memberikan contoh tindakan disiplin protokol pencegahan Covid-19 dengan meminimalsir kegiatan tersebut.
"Sebagai penegak hukum seharusnya tidak boleh melanggar SOP yang sudah dibuat pemerintah," tutup Bambang.
Baca Juga
Erick Thohir Ajak Putra-Putri Terbaik Bangsa Jadi Volunter Perangi Corona
Diketahui, jajaran Polda Metro Jaya mengadakan kegiatan pembagian masker di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Selain itu juga mengadakan kegiatan pengecekan harga sembako di Pasar Palmerah pada Jumat (20/3) pagi.
Padahal Pemerintah sudah menginbau kepada seluruh masyarakat untuk berdiam diri di rumah dan juga tidak berada di tempat keramaian. Namun kegiatan itu justru mengundang ke ramaian dan diduga tiddak menutup kemungkinan penyebaran virus corona bisa terjadi. (Knu)