Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Australia Serukan Pengendalian AI, China dan AS Diminta Melakukan Kesepakan

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026

MerahPutih.com - Perdebatan baru mengenai tata kelola Artificial intelligence (AI) mencuat setelah pimpinan Anthropic, Dario Amodei, menyerukan perlambatan AI secara terkoordinasi. Langkah itu didukung oleh Sam Altman dari OpenAI dan Elon Musk dari SpaceX.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mendesak Amerika Serikat dan China dua negara terdepan dalam perkembangan kecerdasan buatan (AI untuk mencapai kesepakatan guna mengendalikan teknologi tersebut.

Seruan tersebut saat mengunjungi markas besar raksasa teknologi Apple di Cupertino, California, dalam perjalanannya menuju New York untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB pada pekan depan.

Ia mendesak Washington dan Beijing untuk bekerja sama membentuk kesepakatan internasional yang serupa dengan perjanjian non-proliferasi nuklir, yang ditandatangani pada 1970, untuk menghentikan penyebaran senjata nuklir.

Faktanya, mereka adalah dua raksasa utama di bidang ini, jadi kami ingin melihat adanya kerja sama,

ujar Albanese pada Minggu.

PM Australia mengatakan, bakal memanfaatkan momentum Sidang Majelis Umum PBB untuk berdiskusi dengan para pemimpin dunia mengenai perlunya merumuskan aturan global yang mampu mengimbangi pesatnya perkembangan AI.

Menyebut AI sebagai "fenomena global," Albanese menegaskan bahwa sikap diam atau sekadar menjadi penonton bukanlah sebuah pilihan.

Diperlukan diskusi mengenai kerangka kerja global untuk penerapan AI, karena perkembangannya sangat cepat, dan kita harus memastikan bahwa manusia tetap memegang kendali,

ujarnya.

Namun, Presiden AS Donald Trump menolak seruan tersebut dan menilai perlambatan hanya akan memberi keuntungan bagi China, yang dianggapnya pesaing terbesar AS.

Menjelang pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping di Gedung Putih, Trump menegaskan kembali posisinya dengan mengumumkan pembentukan satuan tugas “Pasukan AI” (AI Force) untuk melindungi industri AS dari upaya perintangan atau penghancuran akibat AI. (*)

Baca Artikel Asli