MerahPutih.com - Atap plafon ruang guru di SDN Cepoko 2, Dukuh Jaten, Desa Cepoko, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, roboh dan menimpa guru. Akibat kejadian tersebut, guru SDN Cepoko 2 mengalami luka-luka.
Kejadian berawal saat aktivitas belajar mengajar berlangsung normal. Sekitar pukul 07.00 WIB, beberapa guru yang berada di lokasi sempat mendengar suara retakan dari arah atap.
Baca juga:
Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Saat Peresmian, KSAD Minta Maaf
Kronologi Atap Ruang Guru SDN Cepoko 2 Ambruk
Berdasarkan informasi, para guru mengira suara tersebut berasal dari gesekan atau tikus yang melintas di balik atap. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, para guru sempat mengamankan aset penting, seperti TV dan sejumlah perabotan dari dalam ruangan.
Material plafon berukuran 8 x 7 meter tersebut mendadak ambrol dan langsung menimpa para guru yang tengah beraktivitas di dalam ruangan.
Kemudian, dua orang guru menjadi korban. Fitriana mengalami luka ringan serta syok berat hingga nyaris pingsan. Lalu, Intan menderita luka lecet. Beruntung, cedera yang dialami para korban tidak tergolong parah.
Baca juga:
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Kepala Desa Cepoko, Ngadiman mengatakan, bahwa dugaan sementara ambruknya atap disebabkan oleh pergeseran tanah di area sekolah, yang memicu keretakan pada struktur dinding bangunan. Kerugian materiil akibat kerusakan plafon dan dinding retak tersebut diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
Ya benar adanya musibah tersebut dan mengonfirmasi bahwa kondisi para korban tidak mengalami luka serius. Kami menyoroti kondisi fisik bangunan yang dinilainya cukup rentan padahal tergolong belum lama berdiri.
kata Ngadiman, Rabu (7/10)
Ia mengatakan, bangunan ini sebenarnya baru selesai dirampungkan sekitar 2020. Namun, kondisinya sudah retak-retak seperti terkena gempa. Ia pun tidak mengetahui proses pembangunannya.
Ngadiman menyampaikan, jika SD tersebut bukan sekolah yang minim murid. Bisa dikatakan, cukup banyak siswa yang bersekolah di SD tersebut.
“Kami berharap ada perbaikan bantuan segera atas kejadian ini,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah).