MerahPutih.Com - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengakui bahwa diskursus publik soal anggaran memang penting. Namun dia menyarankan kritik kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak bersifat personal.
"Jangan nyerang Pak Anies pribadinya, tapi tolong perbaiki sistemnya," kata Sandi kepada wartawan, Jumat, (8/11).
Baca Juga:
Demokrasi Didominasi Kekuatan Kapital, PDIP: Kritik Tito Relevan
Sandi meminta Anies tak terbawa perasaan atas kritik yang disampaikan masyarakat. Menurut Sandi, untuk membangun Jakarta memang diperlukan kerja bersama serta partisipasi masyarakat.
"Kita juga jangan baperan gitu, untuk items-items yang diangkat merupakan partisipasi publik, baik langsung melalui publik medsos, maupun melalui partai- partai yang ada di DPRD, seperti PSI," ujarnya.
Politikus Partai Gerindra ini menegaskan, selama kritik tersebut masih bersifat konstruktif hal itu masih positif.
"Tapi kalau sudah sangat personal, negatif atau cenderung memecah belah itu yang harus kita hindari," tandas Sandi.
Diketahui, akhir -akhir ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi sorotan. Hal itu lantaran tindakan politisi muda dari Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana.
Baca Juga:
Di awal masa bertugas, yakni saat pembahasan anggaran, William mengungkap kejanggalan berupa anggaran pembelian lem Aibon sebesar Rp 82 miliar pada rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 DKI Jakarta.
Anggaran ini diajukan oleh Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat untuk lem Aibon dalam penyediaan alat tulis kantor.(Pon)
Baca Juga:
Usai Jokowi Singgung Paloh, PDIP Pastikan Hubungannya dengan NasDem Tak Menjauh