MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan bahwa jumlah penduduk miskin di DKI tahun 2019 tercatat sebesar 362,30 ribu orang dari total penduduk Jakarta yang berjumlah 10.557.810 jiwa.
Hal itu dikatakan Anies saat pemaparan agenda pencapaian pembangunan satu tahun terakhir Pemprov DKI dalam rapat paripurna, di gedung DPRD DKI Jakarta, pada Selasa (12/5) siang.
Baca Juga:
Di Persidangan Novel, Ibu Ini Ceritakan Detik-Detik Penyiraman Air Keras
"Menurut indikator sosial, jumlah penduduk miskin DKI Jakarta pada 2019 tercatat sebesar 362,3 ribu orang atau 3,42 persen dari total penduduk," kata Anies di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (12/5).
Adapun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di ibu kota pada tahun 2019 tercatat sebesar 80,76. Angka tersebut meningkat dari tahun 2018 sebesar 80,47. Dan, 80,76 merupakan IPM tertinggi di Indonesia.
"Secara indikator ekonomi, produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Provinsi DKI Jakarta pada 2019 mencapai Rp2.840,33 triliun, terjadi peningkatan sebesar 9,27 persen dibandingkan dengan 2018 sebesar Rp2.599,33 triliun," jelasnya.
Kemudian, pada 2019 perekonomian DKI tumbuh sebesar 5,89 persen. Tingkat inflasi sebesar 3,23 persen atau lebih rendah 0,04 persen dari tahun lalu sebesar 3,27 persen.
Anies juga menjelaskan realisasi APBD Tahun Anggaran (TA) 2019 yang saat ini proses audit BPK RI, yakni sebesar Rp62,3 triliun atau 83,08 persen. Rinciannya adalah realisasi pajak daerah sebesar Rp40,29 triliun dan dana perimbangan sebesar Rp14,49 triliun.
Baca Juga:
Sementara itu, realisasi belanja daerah tahun anggaran (TA) 2019 sebesar Rp64,96 triliun atau 83,44 persen. Artinya realisasi belanja daerah TA 2019 meningkat 1,66 persen dari 2018 yang hanya 81,78 persen.
"Selanjutnya untuk pembiayaan daerah, bahwa penerimaan pembiayaan dapat direalisasikan sebesar Rp11,76 triliun atau 98,92 persen dari target sebesar Rp11,89 triliun. Sedangkan untuk pengeluaran pembiayaan yang dapat direalisasikan adalah sebesar Rp7,92 triliun atau 87,67 persen dari rencana sebesar Rp9,03 triliun," tutup Anies. (Asp)
Baca Juga: