BMKG Stasiun Klimatologi Jembrana memprediksi potensi angin kencang di Selat Bali dan sekitarnya akan terjadi sampai bulan Agustus mendatang.
Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jembrana Rahmat Prasetya terkait angin kencang di Selat Bali yang menyebabkan Kapal Motor Penumpang (KMP) Prathita IV dihantam ombak dan kendaraan yang diangkutnya terbalik.
"Saat ini angin dari arah Australia menguat, atau yang oleh nelayan tradisional disebut musim timuran. Pada musim seperti sekarang, potensi munculnya angin kencang di laut cukup besar," kata Rahmat saat dikonfirmasi Jumat (2/6).
Ia mengatakan, angin kencang tersebut biasanya muncul memasuki siang hari dan akan berlangsung hingga malam hari, sementara pada dini hari hingga pagi hari relatif mereda.
Saat ditemui pada pukul 11.00 Wita, peralatan di BMKG menunjukkan kecepatan angin di Selat Bali mencapai 10 sampai 15 knot, dengan prediksi tinggi gelombang 0,75 centimeter hingga dua meter.
"Ada kecenderungan peningkatan kecepatan angin disertai gelombang dibandingkan tadi pagi. Biasanya situasi seperti ini akan berlangsung hingga bulan Agustus," katanya.
Meskipun diprediksi akan berlangsung hingga Agustus, ia mengatakan, angin kencang sebagai dampak dari musim timuran ini bisa saja tidak terjadi setiap hari, namun tetap harus diwaspadai oleh kapal maupun perahu nelayan yang beroperasi di Selat Bali dan sekitarnya.
Sumber: ANTARA