MerahPutih.com - TNI menegaskan tidak terlibat dalam peristiwa tewasnya seorang anak akibat luka tembak di Kampung Jigiunggi, Papua, sekaligus meluruskan isu yang menyebut korban terkena imbas kontak senjata antara TNI dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
“Tidak ada aktivitas prajurit TNI di Kampung Jigiunggi saat peristiwa penembakan terhadap anak tersebut,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna dalam siaran pers resmi yang diterima, Senin (20/4).
Baca juga:
3 Warga Papua Diduga Anggota OPM Terlibat Penembakan Pembagian BLT Ucapkan Janji Setia NKRI
Dua Peristiwa Berbeda
Wirya menjelaskan terdapat dua peristiwa penembakan berbeda yang terjadi pada hari yang sama, Selasa (14/4). Pertama, di Kampung Kembru, aparat menerima laporan keberadaan kelompok bersenjata OPM. Saat aparat mendatangi lokasi, terjadi baku tembak yang menewaskan empat anggota OPM.
“Aparat mengamankan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan aktivitas kelompok bersenjata, antara lain dua pucuk senjata rakitan, satu pucuk senapan angin, munisi kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm, busur dan anak panah, serta berbagai senjata tajam,” tuturnya, dilansir Antara
Di hari yang sama, Wirya mengungakapkan aparat menerima laporan dari kepala kampung Venius Walia mengenai seorang anak yang tewas akibat tembakan.
Baca juga:
Situasi Kamtibmas Memanas, Polri Kerahkan ‘Pasukan Khusus’ ke Papua Tengah dan Maluku Utara
Proses Pemeriksaan Transparan
Menurut dia, tim TNI segera melakukan pengecekan untuk memastikan adanya korban. Menurut dia, proses pemeriksaan temuan tersebut akan dilakukan secara transparan demi tegaknya keadilan.
Hasil pengecekan, lanjut dia, peristiwa penembakan itu tidak melibatkan anggota TNI. "TNI berkomitmen untuk bertindak profesional, transparan, dan akuntabel dalam setiap pelaksanaan tugas," tandasnya. (*)