MerahPutih.com - Musisi muda Aku Jeje menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia lewat single terbarunya berjudul “Ceritanya Jatuh Cinta”.
Tidak seperti kebanyakan lagu cinta yang melankolis, Jeje justru sengaja membalut kisah romansa dengan nuansa ringan, santai, dan jenaka.
Aku pengin bikin lagu cinta-cintaan yang lucu-lucuan,
Musisi Aku Jeje, kepada media di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Selasa (28/7).
Baca juga:
Aku Jeje Rilis Single 'Bualan Masa Lalu', Cerita tentang Luka dan Pengkhianatan Cinta
Inspirasi dari Musisi Jenaka
Jeje mengaku ide tersebut muncul setelah melihat gaya bermusik mendiang Gusti Irwan Wibowo yang dikenal mampu menghadirkan lagu dengan kesan santai dan penuh humor, namun tetap sarat makna.
“Contohnya almarhum Gusti Irwan Wibowo. Dia kalau manggung suka lucu, lagunya kayak ngasal padahal enggak ngasal. Ada pesannya,” ujarnya.
Motif Angkat Perspektif Baru Tentang Cinta
Dalam “Ceritanya Jatuh Cinta”, Jeje mengangkat sudut pandang seseorang yang kembali jatuh cinta setelah berkali-kali patah hati.
Jeje juga sengaja menyisipkan fenomena anak muda masa kini seperti hubungan tanpa status (HTS) dan “just friend” ke dalam liriknya.
Baca juga:
Aku Jeje Rilis 'Ceritanya Jatuh Cinta', Lagu Tentang Berani Mencintai Lagi Setelah Patah Hati
“Zaman sekarang banyak orang yang katanya ‘just friend’ aja ataupun HTS-an aja. Jadi lagu ini perspektifnya aku baru ketemu sama orang baru setelah berkali-kali patah hati. Aku jatuh cinta lagi setelah berkali-kali sakit hati,” paparnya.
Salah satu lirik yang paling berkesan bagi Jeje adalah: “Bayangkan betapa indahnya dunia bila menua bersama.” Baginya, kalimat itu menggambarkan harapan membangun hubungan jangka panjang.
‘Menua’, ya, bukan ‘mendua’. Jadi sudikah kiranya kamu untukku. Izinkan aku bisa melihatmu tertawa bahagia bersama selama-lamanya,
Musisi Aku Jeje
Semua Hubungan Bermakna Apapun Ujungnya
Melalui lagu ini, Jeje ingin menyampaikan pesan agar pendengar tidak takut membuka hati meski pernah gagal dalam hubungan. Menurutnya, setiap pertemuan dan hubungan memiliki makna yang patut disyukuri terlepas apapun ujungnya.
Baca juga:
“Buatlah harapan yang banyak. Terus hargai juga pertemuan. Karena sesakit-sakitnya kamu sebelum pertemuan itu, kamu juga akan sembuh di pertemuan selanjutnya,” tandasnya, dilansir dari Antara. (*)