MerahPutih.com - Setelah mengangkat kisah tentang rasa lelah yang muncul dari rutinitas sebagai pekerja melalui Hatchu!!!, Salma Salsabil kembali menghadirkan cerita baru lewat single terbarunya, maha benar.
Lagu tersebut ditulis sendiri oleh Salma dan diproduksi oleh S/EEK. Kali ini, Salma mengambil potret sederhana dari kehidupan sehari-hari di lingkungan kerja untuk kemudian dituangkan menjadi sebuah cerita dalam lagu.
maha benar bercerita tentang sosok rekan kerja yang selalu merasa paling tahu, paling paham, dan seolah memiliki jawaban paling benar untuk segala sesuatu.
Baca juga:
Salma Salsabil Rilis Single ‘Hatchu!!’, Bawa Makna tentang Tantangan Hidup dan Mimpi
Drama Kecil di Lingkungan Kerja
Cerita dalam maha benar berangkat dari berbagai kebiasaan yang kerap muncul di lingkungan kerja.
Mulai dari kebiasaan menghakimi, gosip yang beredar di antara meja kerja, hingga komentar-komentar yang sebenarnya tidak pernah diminta, berbagai drama kecil tersebut diterjemahkan Salma menjadi sebuah lagu.
Namun, maha benar tidak sekadar berbicara tentang sosok orang lain.
Lagu ini juga menggambarkan bagaimana seseorang memilih untuk tetap percaya pada dirinya sendiri tanpa terus-menerus merasa perlu memberikan pembuktian kepada orang lain.
Salma Pilih Tetap Jadi Diri Sendiri
Salma mengatakan, berhadapan dengan orang yang selalu memiliki komentar terhadap apa pun yang dilakukan bisa melelahkan.
Alih-alih terus berusaha membuktikan sesuatu kepada orang lain, Salma memilih untuk tetap berjalan dan menjadi dirinya sendiri.
Kadang kita ketemu orang yang apa pun yang kita lakukan selalu ada komentarnya. Daripada capek membuktikan sesuatu, aku lebih pilih jalan terus dan tetap jadi diri sendiri,
Salma Salsabil.
Lirik maha benar - Salma Salsabil
Stop, di tahun lalu
Jatuhku jadi lelucon kawananmu
Lantangnya, jari-jarimu
Menghakimiku seolah paling tau
Seakan berlomba
Dengan lainnya
Jadi boneka
Sedikit beda kau tak suka
Oh.. Tak bisa, kau buang-buang tenaga
Asal kau tau, ku mampu, tanpa dirimu
Setidaknya kau perlu tau
Kumenang, versi diriku
Asal kau tau, ku butuh, yang masih mau
Berikanku satu pelukan dibandingkan, sejuta makian
Diamnya aku, bukan kalahku
Teriakanmu, kuanggap jadi angin lalu
Kau tau, ku selangkah lebih maju
Darimu
Stop, di tahun lalu
Jatuhku jadi lelucon kawan-kawanmu
Seakan berlomba
Dengan lainnya
Jadi boneka
Sedikit beda kau tak suka
Oh.. Tak bisa, kau buang-buang tenaga
Asal kau tau, ku mampu, tanpa dirimu
Setidaknya kau perlu tau
Kumenang, versi diriku
Asal kau tau, ku butuh, yang masih mau
Berikanku satu pelukan dibandingkan, sejuta makian
Diamnya aku, bukan kalahku
Teriakanmu, kuanggap jadi angin lalu
Kau tau, ku selangkah lebih maju
Darimu
Kau.. maha.. benar..
Ingatlah, ingat
Sama-sama.. manusia..
Asal kau tau, ku mampu, tanpa dirimu
Setidaknya kau perlu tau
Kumenang, versi diriku
Asal kau tau, ku butuh, yang masih mau
Berikanku satu pelukan dibandingkan, sejuta makian
Diamnya aku, bukan kalahku
Teriakanmu, kuanggap jadi angin lalu
Kau tau, ku selangkah lebih maju
Darimu
(far)