Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Aksi Nyata JHL Group Sapu Bersih Sampah Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day 2026

Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026

MerahPutih.com - Tepian Sungai Cisadane di Tangerang menjadi tempat bertemunya kepedulian lingkungan dan aksi nyata.

Pada Sabtu (19/9), JHL Group dan perwakilan unit bisnisnya, menggandeng Banksasuci turun langsung ke Sungai Cisadane menggelar aksi bersih-bersih sampah sehari sebelum World Cleanup Day yang diperingati setiap tanggal 20 September.

Baca juga:

JHL Group Gelar JHL Award 2026, Tegaskan Standar Kinerja dan Daya Saing

CEO JHL Group, Venny Fransisca Hermawan menjelaskan Sungai Cisadane dipilih karena keberadaannya tidak terpisahkan dari wilayah operasional JHL Group di Tangerang.

Kegiatan bertajuk Cisadane River Clean-Up ini tidak hanya sekedar agenda membersihkan sungai. Aksi itu merupakan bagian dari Impactful Ecosystem, sebuah inisiatif JHL Group mendorong keterlibatan berbagai unit bisnis menciptakan dampak yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat.

Dengan semangat yang ada di kaus kita, Impactful Ecosystem. Yang akan kita lakukan hari ini merupakan sebuah langkah kecil, pastinya, dari sebuah komitmen di JHL Group untuk bisa membawa dampak. Baik itu sosial, ekonomi, budaya, maupun dampak terhadap lingkungan. Terutama lingkungan di mana kita berada dan melakukan aktivitas kita sehari-hari.

CEO JHL Group, Venny Fransisca Hermawan

Sampah Tak Sekadar Dikumpulkan

Menurut Venny, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan yang bisa dirasakan secara langsung. Untuk itu, JHL Group berkomitmen terus mendukung upaya pelestarian Sungai Cisadane bersama komunitas Banksasuci.

“Nantinya JHL Group siap memberikan dukungan untuk kebutuhan tim Ranger Cisadane Banksasuci pada kegiatan yang selaras dengan visi misi perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan di Sungai Cisadane,” imbuh CEO JHL Group itu.

Baca juga:

Cisadane Mengering, Tinggi Air Turun 40 Cm dari Batas Normal

Di balik kegiatan memungut sampah, ada proses lain yang membuat aksi ini tidak berhenti pada aktivitas bersih-bersih. Setelah dikumpulkan, Perwakilan Banksasuci, Ade menjelaskan sampah yang ditemukan di kawasan sungai dipilah dan ditimbang.

Menurut dia, pemilahan dilakukan untuk mengetahui jenis, sekaligus jumlah sampah yang berhasil diangkat dari area sungai. Dengan begitu, kegiatan ini juga memberikan gambaran mengenai persoalan sampah yang ada di kawasan Cisadane.

"Kita tidak hanya membersihkan sampah yang terlihat, tetapi juga membangun kesadaran tentang bagaimana sampah harus dikelola sejak dari sumbernya," tutur Ade.

Banksasuci kemudian menangani proses pengangkutan dan pengelolaan sampah setelah kegiatan berlangsung. Material yang masih memiliki nilai guna juga dipisahkan untuk dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.

Ade menekankan menjaga sungai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan satu kelompok.

Menjaga sungai bukan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ketika komunitas, perusahaan, dan masyarakat dapat bergerak bersama,

Ade, perwakilan Banksasuci

Baca juga:

Founder JHL Group Jerry Hermawan Lo Bangun 100 Rumah Permanen untuk Korban Bencana Sumatera

Menjaga Sungai Setelah Aksi Bersih-bersih

Cisadane River Clean-Up menjadi bagian dari upaya JHL Lestari dalam menjalankan konsep Impactful Ecosystem. Melalui kegiatan ini kepedulian terhadap lingkungan dipertemukan dengan keterlibatan JHL Folks serta pengalaman komunitas Banksasuci dalam menjaga dan mengelola kawasan sungai.

Namun, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti ketika sampah terakhir diangkat dari sungai. Lebih dari sekadar aksi bersih-bersih, kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun stewardship atau kepedulian dan pengelolaan sungai yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Momentum yang berlangsung sehari sebelum World Cleanup Day juga membawa pesan persoalan sampah tidak hanya muncul pada hari-hari tertentu. Membersihkan sungai mungkin merupakan langkah sederhana, tetapi dari sana kesadaran untuk menjaga lingkungan dapat terus dibangun.

Sungai Cisadane pada akhirnya bukan hanya tempat yang perlu dibersihkan, tetapi juga ekosistem yang kehidupan di sekitarnya saling terhubung. Karena itu, menjaga kebersihannya membutuhkan keterlibatan yang konsisten, kolaborasi, dan kesadaran untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya. (Far)

Baca Artikel Asli