Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Akhirnya, Iran Izinkan Kembali Semua Kapal Dagang Bebas Melintasi Selat Hormuz

Wisnu Cipto - Rabu, 24 Juni 2026

MerahPutih.com – Pemerintah Iran akhirnya mengumumkan Selat Hormuz kembali terbuka sepenuhnya bagi pelayaran kapal-kapal dagang internasional.

Keputusan ini disampaikan setelah tercapai kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Jenewa, Swiss sejak awal pekan ini

“Selat itu sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal, termasuk kapal dagang,” Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Ali Bahreini, dalam jumpa pers di Jenewa, Rabu (24/6).

Bahreini menambahkan dalam beberapa hari terakhir sejumlah besar minyak telah kembali dikirim melalui jalur tersebut, sekaligus menandai normalisasi aktivitas perdagangan global di perairan Selat Hormuz.

Baca juga:

Neraka Selat Hormuz: Iran Anggap Semua Kapal Musuh, Nekat Melintas Bakal Diserang!

MoU Islamabad Jadi Tonggak Perdamaian

Pekan lalu, Iran dan Amerika Serikat secara elektronik menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung di kawasan Timur Tengah sejak 28 Februari.

Negosiasi teknis antara kedua negara berlangsung di Swiss pada 21 Juni. Dilansir dari Antara, Pakistan dan Qatar bertindak sebagai mediator dalam perundingan tersebut.

Baca juga:

Iran Kembali Tutup Total Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket

Dokumen kesepakatan menetapkan tenggat waktu bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran, sementara Iran berkewajiban memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Nilai Strategis Selat Hormuz

Selat Hormuz dikenal sebagai jalur vital perdagangan energi dunia, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak mentah global melewati perairan tersebut.

Baca juga:

Trump Ancam Hancurkan Oman Jika Ikuti Jejak Iran Kuasai Selat Hormuz

Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah penting dalam meredakan konflik militer yang telah berlangsung sejak 28 Februari di kawasan Timur Tengah, sekaligus menstabilkan rantai pasok energi internasional dan meredakan kekhawatiran pasar terkait krisis pasokan. (*)

Baca Artikel Asli