SALAH satu pabrik pemasok iPhone, Foxconn, mengungkapkan akan melanjutkan produksinya di Tiongkok pada akhir bulan Maret ini.
Selain itu menurut separuh dari pekerja musiman pun sekarang telah mulai kembali bekerja. Foxconn yang merupakan assembler iPhone utama dan pemasok suku cadang untuk Apple dan lainnya, sempat mengurangi produksi sejak wabah virus corona melanda.
Baca Juga:
Jangan Panik, Indonesia Akan Kembangkan Vaksin Antivirus Corona
Selain imbauan penutupan dari pemerintah setempat, banyak pekerja musiman Foxconn yang harus dikarantina, sebelum kembali bekerja usai liburan tahun baru Imlek yang diperpanjang bulan lalu.
Seperti yang dilansir dari laman The Verge, optimisme Foxconn kemungkinkan berdasar pada laporan jika Tiongkok melihat perlambatan dalam kasus baru virus corona. Bahkan ketika virus corona mengalami percepatan global.
Hingga saat ini, virus corona telah menyebar ke 70 negara dan bertanggung jawab atas 90 ribu infeksi serta 3 ribu kematian yang sebagian besar di Tiongkok.
Kembalinya Foxconn tentu akan menambah kekuatan dan menjadi kabar baik bagi Apple. Karena perakitan iPhone, membutuhkan ratusan ribu pekerja Foxconn, dan sebagian besar di Pabrik Foxconn yang berada di Zhengzhou, Tiongkok.
Baca Juga:
Deretan Musisi Ternama Dunia Batal Konser di Indonesia Gara-Gara Corona
Namun Foxconn hanyalah bagian dari rantai pasokan besar yang berlabuh di Tiongkok. Apple sendiri memiliki lebih dari 200 pemasok, yang diantaranya banyak berbasis di Tiongkok. Dalam kata lain mengandalkan Tiongkok untuk bahan dan pembuatannya.
Sebelumnya Foxconn, mengatakan pada karyawan di markas besarnya di Shenzhen untuk tak kembali bekerja pada 10 Februari. Foxconn telah memberikan subsidi masker wajah medis untuk para pekerjanya saat menjalankan kegiatan produksi.
Keputusan tersebut dimaksudkan untuk melindungi pekerjaan Foxconn serta membantu mencegah penyebaran virus corona.
Sebagai mitra utama manufaktur iPhone, dan pabrik swasta terbesar di Tiongkok, penanganan Foxconn pada wabah virus corona dipandang sebagai indokator kunci tentang dampak virus itu terhadap industri teknologi. (Ryn)
Baca Juga:
Gandeng TikTok, WHO Cegah Informasi Hoaks Seputar Virus Corona