Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Akan Lebih Banyak Polisi 'Mobile' Saat CFD Perdana Usai PSBB

Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2020

Merahputih.com - Kepolisian bakal memperbanyak personel untuk mengawasi warga saat penerapan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Jendral Sudirman dan MH Thamrin, yang bakal dibuka Minggu (21/6) mendatang. Pengawasan bakal dilakukan dari Sudirman hingga Thamrin.

"Pengawasan dibantu dari Polda Direktorat Lantas, Sabhara dan Polres. Anggota nanti lebih banyak yang mobile," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (19/6).

Baca Juga:

Dinas Bina Marga DKI Buka Suara Terkait Trotoar di Tengah Jalan Kalimalang

Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Thariq menjelaskan, jumlah personel yang diturunkan khusus di Bunderan Hotel Indonesia (HI) bakal ditambah. "Iya tentu akan kami tambah. Jumlahnya masih kami susun. Bisa ditambah menjadi 30 personel, dibantu Satpol PP dan dari TNI lebih banyak," jelas Guntur.

Guntur melanjutkan, pengawasan warga saat CFD di Bunderan HI dan Thamrin tentu lebih sulit ketimbang penerapan protokol pengawasan di kawasan Gelora Bung Karno yang lebih terstruktur.

Sebab, selan jalurnya yang panjang, semua warga dari mana saja tumpah ruah sehingga berpotensi picu penularan virus. "Apalagi ini pertama dibuka. Pasti warga bisa membludak karena sebelumnya ad larangan. Kami upayakan personel mobil meminta warga tak berkerumun dan pakai masker," terang Guntur.

Guntur berinisiatif mengerahkan motor Binmas yang dilengkapi disinfektan untuk menyemprot jalanan jika sudah selesai dipenuhi warga.

"Binmas saya kerahkan bikir motor disinfektan untuk menyemprot. Bisa saja dengan membuat motor dilengkapi hand sinitizer untuk warga cuci tangan," tambah Guntur.

Ilusrasi (MP/Rizki Fitrianto)

Guntur berharap, warga yang bakal berkativitas di car free day nanti mau menuruti protokol kesehatan. "Warga diminta kedisiplinannya. Seperti tak berkerumun, pakai masker dan jaga jarak dengan orang lain. Karena potensi penyebaran virus tetap ada terutama melalui droplet," tutup Guntur.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Syafrin Liputo mengatakan, CFD kembali di gelar tepat pada pekan ketiga masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Kegiatan CFD dibolehkan hanya untuk warga yang ingin berolahraga, tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, membawa hand sanitizer, dan sebagainya.

Pemprov DKI Jakarta mensyaratkan hanya kepada warga yang sehat yang boleh berkegiatan saat CFD. "Kami mengimbau kepada warga tidak sehat, merasa demam, merasa flu, untuk tidak keluar dan melaksanakan aktifitas olahraga di HBKB, sehingga semuanya bisa terus menjaga, tidak terjadi penyebaran COVID-19," ucapnya.

Baca Juga:

Dishub Turunkan 500 Personel untuk Awasi Jalur Ganjil Genap

Meski kembali digelar dengan menggunakan protokol kesehatan, namun Syafrin menyatakan pedagang kaki lima dilarang berjualan untuk sementara waktu di area CFD.

"Pedagang kaki lima tidak diperbolehkan [berjualan di area CFD]," tuturnya. Syafrin mengatakan CFD yang digelar pada akhir pekan ini masih dalam tahap uji coba di masa PSBB transisi ini. (Knu)

Baca Artikel Asli