Merahputih.com - Lampu sorot Stadion Giovanni Zini menjadi saksi bisu ketegangan luar biasa kala jarum jam mendekati angka krusial.
Pendukung tuan rumah sempat bersorak penuh harap melihat pertahanan rapat mereka menahan gempuran raksasa mode dari Milan.
Namun, sepak bola selalu punya cara menyakitkan untuk mengakhiri harapan dalam sekejap mata.
Baca juga:
Jebolnya Tembok Emil Audero
Cremonese sebenarnya memulai laga dengan kepercayaan diri tinggi melalui ancaman Jamie Vardy. Sayang, akurasi tembakan penyerang gaek tersebut masih melenceng tipis.
AC Milan segera membalas lewat aksi agresif Rafael Leao. Upaya pemain Portugal tersebut sempat melebar sebelum akhirnya digagalkan berkali-kali oleh ketangguhan kiper Timnas Indonesia, Emil Audero.
Skor kacamata bertahan hingga turun minum meski Youssouf Fofana dan Adrien Rabiot berulang kali menerjang barisan belakang lawan.
Memasuki babak kedua, dominasi Rossoneri makin menjadi-jadi. AC Milan terus mencoba menekan hingga detik terakhir demi membawa pulang poin penuh.
Kebuntuan pecah tepat menit ke-90 saat sundulan Strahinja Pavlovic memanfaatkan umpan Koni De Winter merobek jala tuan rumah.
Baca juga:
Berpotensi Tinggalkan Manchester United, Casemiro Akan Gabung AC Milan karena Luka Modric
Leao Segel Kemenangan Dramatis
Mental Cremonese tampak hancur seketika usai gol pertama lahir. Memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan, Christopher Nkunku mengirim umpan matang menuju kaki Rafael Leao pada menit 90+4.
Tembakan terukur Leao memastikan skor berubah menjadi 2-0 sekaligus mengakhiri perlawanan sengit tim asuhan Davide Ballardini.
Kemenangan ini membawa AC Milan kokoh di posisi kedua klasemen sementara Liga Italia dengan koleksi 57 poin. Skuad asuhan Paulo Fonseca kini terus membayangi Inter Milan dengan selisih 10 angka.
Sebaliknya, kekalahan dramatis membuat posisi Cremonese makin terhimpit di peringkat 17, hanya unggul selisih gol dari zona merah degradasi.