Merahputih.com - Penampilan buruk lini depan AC Milan memicu kemarahan legenda sepak bola Italia, Christian Vieri, melontarkan kritik tajam tanpa ampun.
Baca juga:
Rafael Leao Kena Kartu Merah usai Pukul Pemain Chile, Bakal Skorsing di Piala Dunia 2026?
Legenda Inter Milan tersebut memberikan analisis blak-blakan mengenai penurunan tajam produktivitas gol Rossoneri. Vieri menilai performa buruk para striker menjadi akar penyebab hancurnya prestasi tim.
Pemain sepak bola tidak seharusnya mencari alasan, saya tidak pernah menyukai pembicaraan seperti itu. Jika Anda bagus, Anda harus mampu membuat perbedaan dengan cara apa pun di lapangan,
Christian Vieri.
Bobrok Lini Serang Milan
Kegagalan lini depan Rossoneri bukan sekadar hisapan jempol, melainkan terbukti lewat catatan statistik performa musim lalu:
-
Duet Sayap Gagal Konsisten: Performa Rafael Leao bersama Christian Pulisic naik-turun sepanjang kompetisi tanpa kontribusi gol stabil.
-
Striker Tengah Mandul: Kombinasi penyerang tengah, Santiago Gimenez dan Niclas Fullkrug, ironisnya hanya menghasilkan total satu gol di kancah liga.
-
Krisis Penyerang Top Dunia: Tidak ada satu pun striker Milan saat ini masuk dalam jajaran sepuluh pemain terbaik dunia pada posisinya.
Vieri merasa geram melihat perilaku para pemain sayap memble menuntut ekspektasi tinggi menciptakan gol setiap pekan, sementara penyerang tengah justru kehilangan insting membunuh di dalam kotak penalti.

“Anda tidak bisa mengharapkan Leao atau Pulisic untuk selalu tampil gemilang dan mencetak gol setiap hari Minggu, tetapi dari seorang striker sejati di area penalti, ya, itu adalah sesuatu harus Anda harapkan,” tutur dia.
Sentilan Keras Buat Alasan Egois Rafael Leao
Mantan bomber Gli Azzurri tersebut juga merespons dingin keluhan Rafael Leao enggan mengemban tugas sebagai striker tengah dalam skema taktik Allegri.
Baca juga:
Bikin Ulah! Rafael Leao Diusir Wasit usai Pukul Wajah Pemain di Laga Portugal vs Chile
Bagi Vieri, pemain hebat wajib memiliki kemampuan beradaptasi tinggi tanpa mengumbar keluhan kepada media.
“Apakah pelatih menempatkanmu di tengah serangan? Kamu bergerak, beradaptasi, dan menemukan cara untuk menciptakan ruangmu sendiri. Selain itu, jujur saja, bahkan ketika bermain di sana, saya sering melihatnya bergeser ke sayap kiri,” pungkas Vieri menutup sindiran tajam bagi bintang asal Portugal tersebut.