Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

44 Jemaah Haji Embarkasi Solo Meninggal, 21 Sakit Dirawat di RS Makkah

Dwi Astarini - Kamis, 27 Juni 2024

MERAHPUTIH.COM - PANITIA Penyelanggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo mencatat sebanyak 44 jemaah haji embarkasi Solo meninggal dunia di Tanah Suci. Sementara itu, sebanyak 21 jemaah haji sakit dirawat di rumah sakit (RS) Makkah.

Kasubbag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo Gentur Rachma Indriadi mengatakan sampai Kamis (27/6) pukul 06.00 WIB atau hari kelima masa pemulangan, jumlah jemaah haji embarkasi Solo yang sudah kembali ke Tanah Air sebanyak 16 kloter atau sebanyak 5.744 jemaah. “Sudah ada 16 kloter dengan total jumlah 5.744 jemaah haji embarkasi Solo dipulangkan ke Tanah Air,” ujar Gentur, Kamis (27/6).

Ia mengatakan 21 jemaah haji yang sakit yakni satu orang berasal dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan 20 orang dari Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Jemaah yang sakit umumnya mengalami gangguan paru-paru dan masa pemulihan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Rata-rata gangguan paru-paru dan pemulihan Armuzna. Kelelahan, masih pemulihan. Kami berharap tim kesehatan yang ada di Arab Saudi bisa membantu memulihkan kesehatan jemaah," kata Gentur.

Baca juga:

Begini Penjelasan Garuda Indonesia Terkait Kepulangan Kloter Haji

Dia menyebut jemaah sakit yang telah tiba di Tanah Air ada tiga orang. Mereka semua dirawat di RSUP Solo. Jemaah sakit ini berasal dari Kabupaten Magelang dan Kebumen. "Baru saja dari rumah sakit ada satu jemaah dari Kebumen sudah membaik kondisinya dan boleh kembali (pulang)," kata dia.

Gentur menyebut banyaknya jemaah sakit di Tanah Suci disebabkan perbedaan iklim. Di Tanah Suci, untuk saat ini cuaca sangat panas menyengat.

“Di Indonesia cuacanya sejuk, kadar panasnya berbeda, debunya juga beda jadi mungkin kebiasaan baru yang dialami para jemaah sehingga berimbas ke kesehatan khususnya di saluran pernapasan dan paru," katanya

Gentur mengungkap jumlah jemaah haji sakit pada musim haji tahun 2024 ketimbang pada 2023 berkurang. Berkurangnya jumlah jemaah haji sakit tahun ini disebabkan efek istithaah. Istithaah adalah kemampuan jemaah haji secara jasmaniah, rohaniah, pembekalan, dan keamanan untuk menunaikan ibadah haji tanpa menelantarkan kewajiban terhadap keluarga.

"Jadi ini efek istithaah sebelum pelunasan berdampak sekali bagi kesehatan jemaah, fisik jemaah yang berangkat,” papar dia. Dia menambahkan jumlah jemaah yang wafat di 2023 yakni 126 orang, sedangkan untuk tahun ini jemaah yang wafat hanya 44 orang

“Untuk yang wafat sejumlah 44 jemaah, dengan rincian di Madinah 2 orang dan di Makkah ada 42 orang,” pungkasnya.(Ismail/Jawa Tengah)

Baca Artikel Asli