4 ABK WNI Diculik Bajak Laut, KBRI Desak Tanggung Jawab Perusahaan Kapal
Selasa, 13 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyatakan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memperjuangkan penyelamatan anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang diculik bajak laut dari kapal ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, di perairan Gabon.
Langkah diplomasi upaya penyelamatan WNI korban penculikan itu dilakukan langsung di bawah koordinasi KBRI Yaounde, yang berada di ibu kota Kamerun.
KBRI Yaounde juga merangkap sebagai perwakilan Indonesia untuk Chad, Guinea Khatulistiwa, Gabon, Republik Kongo, dan Republik Afrika Tengah.
Baca juga:
Bajak Laut Serbu Kapal IB FISH 7 di Perairan Gabon, 4 Pelaut Indonesia Jadi Sandera Bersenjata
“Melalui KBRI Yaounde telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat, perusahaan kapal, dan pihak terkait lainnya untuk mempercepat upaya penyelamatan awak kapal yang diculik,” kata Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemenlu, Heni Hamidah, dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1).
Hak Ketenagakerjaan ABK WNI yang Diculik
Tak hanya fokus pada penyelamatan, Kemenlu menegaskan terus memastikan hak-hak ketenagakerjaan para ABK WNI tetap dijalankan oleh penanggung jawab perusahaan kapal.
“Kemenlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penanganan kasus ini,” imbuh pejabat Kemenlu itu.
Baca juga:
Kronologis ABK WNI Diculik Bajak Laut di Gabon, Kapal Disergap Dini Hari
Kronologis Pembajakan Kapal IB FISH 7
Kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang kelompok bersenjata di perairan Gabon, Afrika Tengah, pada Sabtu dini hari (10/1) waktu setempat. Insiden ini berujung pada penculikan sembilan awak kapal, termasuk empat WNI.
Kapal yang tengah beroperasi sekitar 7 mil laut tenggara Equata mendadak disergap oleh tiga orang bersenjata api. Mereka naik ke atas kapal dengan beringas dan melakukan aksi penculikan secara acak.
Dalam insiden ini tiga ABK lainnya berhasil lolos, termasuk dua WNI. ABK yang selamat bertahan di atas kapal hingga diselamatkan otoritas Gabon, yang kemudian mengawal kapal sampai ke Libreville, ibu kota Gabon. (*)