MERAHPUTIH.COM – KEMENTERIAN Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mendesak pengusutan tuntas kasus tewasnya tiga personal Polri yang merupakan anggota Satresnarkoba Polres Katingan. Hal itu diungkapkan Kepala Biro Humas dan Data Informasi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) Brigjen TNI Honi Havana.
Ia menegaskan gugurnya tiga anggota Polri tersebut merupakan duka yang mendalam bagi bangsa Indonesia karena mereka gugur dalam menjalankan tugas negara untuk memberantas narkoba di wilayah Kalimantan Tengah.
“Gugurnya ketiga personel Polri merupakan kehilangan besar bagi bangsa dan negara. Pengabdian, keberanian, serta pengorbanan mereka dalam memberantas peredaran gelap narkotika merupakan teladan bagi seluruh aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan melindungi masyarakat,” jelas Toni dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (8/7).
Baca juga:
Polri Gencarkan Perburuan Bandar Narkoba di Kalteng Usai 3 Anggota Gugur saat Penggerebekan
Pengorbanan para anggota Polri yang gugur itu disebut sebagai bukti nyata komitmen aparat negara dalam menjaga keamanan masyarakat sekaligus memerangi jaringan peredaran narkoba.
Pemerintah juga mengapresiasi keputusan Kapolri yang memberikan penaikan pangkat luar biasa anumerta kepada ketiga anggota Polri tersebut sebagai bentuk penghargaan negara atas jasa dan pengorbanan mereka selama bertugas.
Selain menyampaikan belasungkawa, Kemenko Polkam menegaskan perang melawan narkotika tetap menjadi komitmen bersama seluruh unsur pemerintah. “Karena itu, aparat penegak hukum didorong mengusut tuntas penyerangan yang menewaskan tiga personel tersebut sekaligus membongkar jaringan narkotika yang terlibat,” jelas Toni.
Di sisi lain, Kemenko Polkam memastikan akan terus memperkuat koordinasi antarkementerian dan lembaga untuk mempersempit ruang gerak sindikat narkotika. Pemberantasan narkoba butuh kolaborasi aktif lintas kementerian dan lembaga agar upaya baik tersebut bisa berjalan dengan sangat maksimal.
“Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pemberantasan narkoba sekaligus melindungi masyarakat serta masa depan generasi Indonesia dari ancaman penyalahgunaan narkotika,” pungkas Honi.
Ketiga anggota yang tewas yakni Ipda (Anumerta) Sumariyanto, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, dan Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana.
Mereka dikabarkan sempat disiksa kawanan gembong narkoba sebelum dibuang ke Sungai Katingan, wilayah Desa Tumbang Kalemei dan Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.(knu)
Baca juga:
2 Polisi Hilang Saat Bentrok Penggerebekan Narkoba Kalteng, Diduga Hanyut di Sungai Katingan