Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

2 Kereta Bertabrakan di Spanyol, 64 Tewas

Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026

MERAHPUTIH.COM — SEBUAH kereta cepat menghantam bagian belakang kereta lain yang sedang berhenti di Spanyol Tengah, Rabu (28/10). Dua gerbong anjlok dan menyebabkan 64 orang tewas. Pihak berwenang menyebut jumlah korban masih mungkin bertambah seiring upaya evakuasi dan penyelamatan berlangsung.

Seperti dilansir The Korea Times, otoritas Spanyol awalnya melaporkan 10 korban jiwa, tapi Esther Padilla, juru bicara wilayah Castilla La Mancha, menambahkan jumlah tersebut dipastikan akan meningkat. Kantor berita milik negara Spanyol, EFE, dan media lainnya kemudian melaporkan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi sedikitnya 30 orang.

Dalam pembaruan terkini, dilaporkan BBC, Pemerintah Daerah Castilla La Mancha mengonfirmasi bahwa 64 kini dipastikan tewas dalam kecelakaan kereta api tersebut.

Ini merupakan kecelakaan kereta api besar kedua di Spanyol pada tahun ini.

Baca juga:

2 Kereta Tabrakan di Inggris, Korban Capai 80 Orang


2 Gerbong Terhempas




Operator sistem kereta api Spanyol, ADIF, menyatakan kecelakaan tersebut terjadi pada Rabu pagi di Provinsi Toledo. Layanan kereta api dihentikan sementara antara Madrid, Ciudad Real, dan Andalusia.

Padilla menyampaikan kepada penyiar negara TVE bahwa kecelakaan terjadi antardua kereta cepat yang membawa ratusan penumpang dan melaju ke arah yang sama dari ibu kota Madrid menuju Seville di Spanyol barat daya. Salah satu kereta menabrak bagian belakang kereta lainnya yang sedang berhenti. Akibatnya, dua gerbong kereta yang berhenti keluar dari rel. Namun, ia tak menyebut penyebab pasti kecelakaan tersebut belum diketahui.

Tabrakan yang terjadi di jalur datar yang dikelilingi ladang di antara Kota Urda dan Los Yebenes tersebut menyebabkan satu gerbong hancur berkeping-keping menjadi puing logam dan bahan lainnya, menyebarkan reruntuhan di sepanjang lereng kerikil.



Evakuasi Korban Selamat Diutamakan





Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia menyampaikan kepada TVE bahwa petugas darurat berfokus pada evakuasi korban selamat dan jenazah dari dua gerbong kereta yang mengalami kerusakan paling parah. Ia menambahkan para korban luka sedang dirujuk ke beberapa rumah sakit di area sekitar.

"Ini benturan berkecepatan tinggi, jadi kami memperkirakan ini akan menjadi sebuah tragedi besar," kata García.

Kecelakaan ini melibatkan kereta milik perusahaan negara Spanyol, RENFE, dan perusahaan kereta api swasta, IRYO. Media Spanyol melaporkan kereta RENFE tampak menabrak kereta IRYO. Kereta dari kedua perusahaan ini sebelumnya juga terlibat dalam kecelakaan maut pada Januari lalu. Padilla menyebutkan terdapat 397 penumpang di dalam kereta RENFE dan 147 penumpang di dalam kereta IRYO.

IRYO, sebuah perusahaan milik Italia, menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah mengaktifkan protokol keselamatan dan bekerja sama secara erat dengan pihak berwenang.

Wali Kota Urda, Manuel Galan, menyampaikan otoritas perlindungan sipil telah meminta pihak balai kota untuk menyiapkan gelanggang olahraga guna menangani para penumpang yang terluka. Satu brigade darurat militer dikerahkan untuk membantu tim penanganan darurat, pemadam kebakaran, dan polisi di lokasi kejadian.(dwi)

Baca Artikel Asli