Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

127 PMI Dideportasi Malaysia, 2 Orang Dalam Kondisi Sakit

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 27 November 2024

MerahPutih.com - Sebanyak 127 Pekerja Migran Indonesia dipulangkan dari KJRI Johor Bahru menuju Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, Kota Batam.

Sebanyak 127 PMI tersebut, terdiri atas 96 perempuan, 29 laki-laki, dan dua anak. Di antara mereka terdapat dua PMI yang dipulangkan ke Indonesia karena alasan sakit, keduanya dibawa menggunakan kursi roda.

"Hari ini kami menerima deportasi dari Kementerian Luar Negeri di KJRI Johor Bahru, ada 127 pekerja migran Indonesia yang dideportasi," Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau Imam Riyadi.

Para PMI tersebut dideportasi sebagian besar karena masalah over stay, dan permasalahan lainnya seperti masuk ke Malaysia tidak resmi atau nonprosedural.

Baca juga:

Pemerintah Masih Kaji Pengiriman Pekerja Migran ke Arab Saudi

Para PMI tersebut, kata dia, sudah menjalani masa hukuman di Johor atas pelanggaran keimigrasian yang dilakukan, mulai dari 3 bulan, 4 bulan hingga 7 bulan lamanya di rumah tahanan.

“Data sementara hasil dari koordinasi kami ada yang over stay, nanti juga kami akan melakukan pendalaman dan tidak menutup kemungkinan ada permasalahan lain lagi,” katanya.

Setibanya di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, seluruh PMI yang deportasi tersebut difasilitasi untuk diberangkatkan ke shelter P4MI di Kota Batam menggunakan dua unit bus TransBatam.

Selama berada di shelter, para PMI akan didata diri dan alasan mereka dideportasi dari Johon Bahru, Malaysia. Setelah pendataan, para PMI tersebut akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing.

Di antara ratusan PMI yang dideportasi, terdapat dua PMI laki-laki yang dipulangkan menggunakan kursi roda. Keduanya dalam keadaan sakit.

Wawan (55) salah satu PMI yang duduk di kursi roda mengaku sudah sejak tahun 2018 tinggal dan bekerja di Malaysia. Pria asal Jawa itu menderita stroke saat bekerja di negeri jiran, hingga akhirnya meminta pulang ke Indonesia. (*)

Baca Artikel Asli