Panduan Buat Kamu Ketika Masih Bingung Datang ke Hajatan Mantan

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Kamis, 12 Mei 2022
Panduan Buat Kamu Ketika Masih Bingung Datang ke Hajatan Mantan

Tidak ada salahnya mendukung mantan di hari pernikahannya. (Foto: Unsplash/Mark Zamora)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TENGAH malam, tiba-tiba mantan pacar kirim Direct Message di Instagram dengan maksud mengundang ke pernikahannya akhir Mei nanti. Perasaan senang, bingung, galau, deg-degan pun campur aduk, bahkan malah jadi sulit tidur. Apakah harus datang ke hajatan mantan dan calonnya atau diam saja di rumah?

Kebanyakan orang mungkin berpikir lebih mudah untuk tidak menghadiri pernikahan mantan, daripada datang hanya bikin sakit hati dan acara berpotensi terganggu.

Sedikit kilas balik, pernikahan kerajaan Pangeran William dan Kate Middleton di 2011 sempat dihadiri mantan pacar pangeran dan mantan pacar Kate. Kehadiran para mantan tersebut tak mengganggu jalannya acara pernikahan.

Setiap perpisahan memang menyisakan duka, terlebih ketika ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. Kalau memang sampai sekarang kamu masih merasa sakit hati, tidak jadi masalah untuk tidak datang ke pernikahan mantan.

Namun, kalau kamu dan mantan sudah sama-sama move on, menganggap hal lalu biarlah berlalu, dan cair kembali sama seperti awal-awal kenalan, tidak ada salahnya mendukung dengan menghadiri acara pernikahan tersebut.

Baca juga:

Kangen Kpopers Menyambangi Hajatan Konser Kpop

Buat Kamu yang Masih Bingung Datang ke Hajatan Mantan
Tamplkan dengan memukau. (Foto: Unsplash/Maria Orlova)

Mengutip laman Elite Daily, pakar hubungan April Masini mengatakan, ada beberapa pertanyaan perlu ditanyakan kepada diri sendiri sebelum memutuskan untuk hadir ke pernikahan mantan, seperti "Apakah saya masih punya perasaan dengan orang ini?". Jika iya, Masini menyarankan untuk tidak pergi ke pesta pernikahan karena kamu mungkin akan bertindak berdasarkan perasaan.

Jika kamu masih menyimpan dendam, maka bukan ide baik untuk pergi menyaksikan mantan duduk di pelaminan dengan suaminya. Pernikahan seharusnya menjadi perayaan cinta menggembirakan, bukan kesempatan untuk bertindak berdasarkan kebencian.

Faktor lain harus dipertimbangkan adalah memikirkan perasaan pasanganmu saat ini. Masini menyarankan agar kamu berbicara dengan pasangan sebelum datang ke pernikahan mantan. Hal tersebut menjadi salah satu cara bagaimana kamu menghargai dan dihargai pasangan.

"Jika mereka tidak ingin kamu pergi tapi kamu ingin pergi, kamu harus mempertimbangkan perasaanmu tentang hubungan sekarang. Tetapi jika kamu benar-benar ingin pergi ke pesta pernikahan, cobalah berkompromi. Misalnya datang ke bagian pelayan saja, tidak usah ke resepsi," kata Masini.

Baca juga:

Kepoin Hajatan Tahunan Jenama Lokal Tanah Air

Buat Kamu yang Masih Bingung Datang ke Hajatan Mantan
Datang bersama pasangan baru jauh lebih baik. (Foto: Unsplash/Kadarius Seegars)

Senada dengan Masini, pakar hubungan Nicole McCance mengatakan bahkan jika kamu dan pasangan memiliki hidup jauh lebih baik, terkadang muncul perasaan bersaing.

"Katakanlah mantan tidak memperlakukanmu dengan baik, hampir tidak adil rasanya mereka sudah menemukan kebahagiaan terlebih dahulu. Bahkan jika kamu sudah move on dan bahagia, tetap saja ada rasa sakit mendengar mantanmu juga telah move on," katanya, dilansir Global News.

Kalau memang perasaanmu 100 persen sudah normal dan tidak memiliki dendam, sebaiknya datanglah ke pernikahannya. Mengutip laman Bridestory, keputusan tersebut adalah cara untuk mendukung mantan sebagai teman baik.

Tidak semua perpisahan itu buruk, dan kamu mungkin masih berhubungan baik dengan mantan. Menunjukkan dukungan dengan menghadiri pernikahannya adalah hal bagus untuk dilakukan. Jangan lupa juga undang mantan di hari pernikahanmu kelak.

Menariknya lagi, kamu bisa kenalan dengan banyak orang di pesta pernikahan. Siapa tahu ada lawan jenis tertarik dan kamu bisa mencoba mengenalnya.

Untuk datang ke pernikahan mantan, jangan lupa tampil rapi dan kece dengan outfit andalanmu. Hanya karena ini pernikahan orang lain, bukan berarti tidak bisa mengenakan gaun atau jas bagus untuk sebagai bentuk apresiasi kepada empunya hajat. Hal tersebut juga demi meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri.

Pada akhirnya, cara terbaik untuk mengetahui apakah harus menghadiri pernikahan atau tidak dengan mengevaluasi hubungan dengan mantan. Jika menganggap mantan sebagai teman dekat, jelas untuk berada di sana saat hari besar mereka. Jika belum pernah bertemu setelah putus, Masini mengingatkan untuk tidak hadir dan mengirim hadiah saja. (and)

Baca juga:

5 Hajatan Olahraga Favorit Masyarakat Indonesia

#Menikah #Pernikahan #Syawalan #Relasi #Mei +62 Bicara Hajatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Tradisi
Tradisi Syawalan di Pura Mangkunegaran, Ribuan Warga Solo Antre Halalbihalal
Ribuan warga padati Syawalan di Pura Mangkunegaran Solo. Sebanyak 4.000 ketupat dibagikan sebagai simbol 4 tahun kepemimpinan Mangkoenagoro X.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 29 Maret 2026
Tradisi Syawalan di Pura Mangkunegaran, Ribuan Warga Solo Antre Halalbihalal
Indonesia
380 Ribu Perkawinan Disebut tak Tercatat di Indonesia, Hak Pendidikan dan Pengasuhan Anak Terancam Hilang
Kondisi tersebut berdampak langsung pada pemenuhan hak anak, mulai dari hak atas pendidikan, identitas, pengasuhan, perlindungan, hingga partisipasi.
Dwi Astarini - Jumat, 27 Februari 2026
380 Ribu Perkawinan Disebut tak Tercatat di Indonesia, Hak Pendidikan dan Pengasuhan Anak Terancam Hilang
Indonesia
Kemenag Ingatkan Pentingnya Pencatatan Pernikahan, Lindungi Hak Perempuan dan Anak
Kementerian Agama mengungkapkan, bahwa pencatatan pernikahan sangat penting. Hal itu bisa melindungi perempuan dan anak-anak.
Soffi Amira - Selasa, 27 Januari 2026
Kemenag Ingatkan Pentingnya Pencatatan Pernikahan, Lindungi Hak Perempuan dan Anak
Indonesia
DPR Beri 'Lampu Hijau' Pasangan Kawin Campur Bekerja Layak di Indonesia Lewat Revisi UU Ketenagakerjaan
Meski semangat awal aturan ketenagakerjaan adalah melindungi tenaga kerja lokal, Charles menekankan pentingnya memberikan hak bagi WNA yang merupakan bagian dari keluarga Indonesia
Angga Yudha Pratama - Senin, 26 Januari 2026
DPR Beri 'Lampu Hijau' Pasangan Kawin Campur Bekerja Layak di Indonesia Lewat Revisi UU Ketenagakerjaan
Indonesia
Angka Pernikahan di Indonesia Terus Menurun, BPS Catat Terendah dalam Satu Dekade
BPS mencatat angka pernikahan di Indonesia terus menurun dan terendah dalam satu dekade. PKS soroti faktor ekonomi dan perubahan sosial.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Angka Pernikahan di Indonesia Terus Menurun, BPS Catat Terendah dalam Satu Dekade
Indonesia
Tipu 87 Orang, Pemilik dan Staf WO Ayu Puspita Jadi Tersangka
Polisi telah menyita sejumlah bukti berupa bukti transfer, cetakan pesan antara korban dan terlapor, data catering, serta panduan acara nikah.
Wisnu Cipto - Selasa, 09 Desember 2025
Tipu 87 Orang, Pemilik dan Staf WO Ayu Puspita Jadi Tersangka
Fun
Dari Pernikahan hingga Sweet Seventeen, Herloom BSD Suguhkan Ide Perayaan Penuh Makna
Herloom Hotel & Residence BSD hadirkan 'Herloom Cherished Moment – Wedding & Event Showcase'.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 November 2025
Dari Pernikahan hingga Sweet Seventeen, Herloom BSD Suguhkan Ide Perayaan Penuh Makna
Indonesia
34,6 Juta Pasangan Nikah Siri di Indonesia, Istri dan Anak Tidak Terlindungi Hukum
Ada 34,6 juta pasangan yang menikah tapi tidak tercatat secara resmi, alias nikah siri.
Wisnu Cipto - Selasa, 30 September 2025
34,6 Juta Pasangan Nikah Siri di Indonesia, Istri dan Anak Tidak Terlindungi Hukum
Indonesia
Fakta Kawin Campur di Jakarta: Pria AS dan Cewek Singapura Jadi Idaman WNI
Total jumlah perkawinan campuran yang dilaporkan ke Dinas Dukcapil Jakarta sebanyak 1.952 pasangan dalam lima tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Selasa, 23 September 2025
Fakta Kawin Campur di Jakarta: Pria AS dan Cewek Singapura Jadi Idaman WNI
Indonesia
2 Juta Warga DKI Jakarta di Atas 19 Tahun Belum Menikah, Faktornya Bukan karena Ketakutan
Sebanyak dua juta warga DKI Jakarta di atas 19 tahun belum menikah. Namun, faktornya bukan dikarenakan takut, melainkan mempersiapkan hidup yang lebih matang.
Soffi Amira - Minggu, 03 Agustus 2025
2 Juta Warga DKI Jakarta di Atas 19 Tahun Belum Menikah, Faktornya Bukan karena Ketakutan
Bagikan