Ogoh-Ogoh Mulai Diarak Sejak Nyepi Jadi Hari Libur Nasional 39 Tahun Lalu

Muchammad YaniMuchammad Yani - Selasa, 15 Maret 2022
Ogoh-Ogoh Mulai Diarak Sejak Nyepi Jadi Hari Libur Nasional 39 Tahun Lalu

Umat Hindu mengikuti upacara Melasti di Pantai Parangkusumo. Umat Hindu yang mengikuti upacara tersebut dibagikan air. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HARI Raya Nyepi dirayakan untuk memeringati pergantian tahun Saka bagi umat Hindu. Perayaan Nyepi memasuki tahun saka 1905 pada 15 Maret 1983 silam menjadi ingatan tersendiri, yang sangat istimewa bagi masyarakat Hindu di Indonesia. Kala itu, pemerintah Indonesia menetapkan Nyepi sebagai hari libur nasional untuk pertama kalinya.

Baca juga:

Iko Uwais, Aktor Laga Internasional Lahir di Jakarta

Momen istimewa itu merujuk Keputusan Presiden (Keppres) Indonesia Nomor 3 tahun 1983 yang diterbitkan Presiden Suharto pada tanggal 19 Januari 1983. Keppres tersebut juga memberlakukan ketetapan hari libur nasional yang sama bagi Hari Raya Waisak untuk umat Buddha Indonesia.

Karakter Narasimha Awatara sebagai ogoh-ogoh. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)
Karakter Narasimha Awatara sebagai ogoh-ogoh. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Keputusan Nyepi sebagai hari libur nasional 39 tahun lalu itu disambut dengan suka cita umat Hindu. Mereka bisa kembali merayakan tradisi perarakan Ogoh-Ogoh malam sebelum Nyepi, yang terus berlangsung hingga sekarang. Ogoh-Ogoh sendiri merupakan simbolisasi roh jahat atau Bhuta Kala dalam bentuk boneka besar. Kala itu Ogoh-Ogoh pertama kali diarak di area Pura Rawamangun, Jakarta Timur. Hingga akhirnya tradisi ini berkembang ke pedesaan di Bali dan daerah lainnya di Indonesia yang memiliki komunitas Hindu.

Baca juga:

Susi Susanti dari Tasikmalaya ke Olimpiade

Pemuda Hindu menyelesaikan proses pembuatan Ogoh-ogoh di Pura Kerta Jaya Kota Tangerang, Banten, Senin, (9/3). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)
Pemuda Hindu menyelesaikan proses pembuatan Ogoh-ogoh di Pura Kerta Jaya Kota Tangerang, Banten, Senin, (9/3). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ogoh-Ogoh biasanya diarak menjelang malam sebelum Hari Raya Nyepi. Arakan tersebut akan diiringi oleh gamelan Bali yang biasa disebut Bleganjur. Setelah itu, Ogoh-Ogoh lalu dibakar. Masyarakat Hindu meyakini hal ini bisa mengusir Bhuta Kala di lingkungan sekitar. Keesokan harinya tibalah Hari Raya Nyepi sesungguhnya. Pada hari ini suasana sepi seperti di alam kematian. Tentunya penetapan Hari Raya Nyepi menjadi hari libur nasional membuat umat Hindu lebih khusyuk. (Yni)

Baca juga:

13 Tahun Lalu, Anak Menteng Jadi Presiden Amerika Serikat

#Hari Raya Nyepi #Merawat Ingat
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Indonesia
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Selain itu, Amati Lelungan memberi kesempatan bagi alam untuk memulihkan keseimbangan, dan Amati Lelanguan mendorong kejernihan batin dengan melepaskan hiburan duniawi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Maret 2026
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Lifestyle
20 Ucapan Selamat Nyepi dalam Bahasa Bali dan Arti Bahasa Indonesianya
Keheningan dalam Nyepi bukanlah sekadar situasi tanpa suara, melainkan sebuah metode untuk memulihkan jiwa yang lelah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Maret 2026
20 Ucapan Selamat Nyepi dalam Bahasa Bali dan Arti Bahasa Indonesianya
Indonesia
Lagi Nyepi dan Lebaran Tapi Mau Lapor Koruptor? Tenang, KPK Tetap Buka Jalur Online
Selain jalur digital rutin, lembaga antirasuah ini menyiagakan personel khusus guna mengantisipasi kebutuhan mendesak di lapangan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Maret 2026
Lagi Nyepi dan Lebaran Tapi Mau Lapor Koruptor? Tenang, KPK Tetap Buka Jalur Online
Indonesia
Nyepi dan Malam Takbiran Bareng, Bali Petakan 3 Daerah Rawan Gesekan
Dalam Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial, Gubernur Koster menyebut daerah rawan gesekan seperti Denpasar, Buleleng, dan Jembrana telah dipetakan.
Wisnu Cipto - Selasa, 17 Maret 2026
Nyepi dan Malam Takbiran Bareng, Bali Petakan 3 Daerah Rawan Gesekan
Indonesia
Menteri Agama Atur Penggunaan Sound System, Pastikan Perayaan Malam Takbiran di Bali tak Ganggu Hari Raya Nyepi
Nasaruddin menyebut sudah bersepakat dengan pemda dan tokoh-tokoh Bali agar perayaan malam takbiran tidak bertentangan dengan perayaan Nyepi.
Dwi Astarini - Rabu, 04 Maret 2026
Menteri Agama Atur Penggunaan Sound System, Pastikan Perayaan Malam Takbiran di Bali tak Ganggu Hari Raya Nyepi
Indonesia
Digelar di Prambanan, Tawur Agung Kesanga Nasional 2026 Tampilkan Identitas Jateng dan Yogya
Agenda utamanya akan digelar di pelataran Wisnu Mandala, Kompleks Candi Prambanan, Rabu (18/3) mendatang, atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, yang jatuh pada Kamis (19/3).
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 26 Februari 2026
Digelar di Prambanan, Tawur Agung Kesanga Nasional 2026 Tampilkan Identitas Jateng dan Yogya
Indonesia
Penyeberangan Selat Bali Sudah Dibuka Minggu Pagi Setelah Hari Raya Nyepi
KMP Nusa Dua menjadi kapal pertama yang bersandar di Pelabuhan Gilimanuk dari Pelabuhan Ketapang
Frengky Aruan - Minggu, 30 Maret 2025
Penyeberangan Selat Bali Sudah Dibuka Minggu Pagi Setelah Hari Raya Nyepi
Indonesia
Hari Raya Nyepi, Momentum Perjalanan Spiritual Capai Kedamaian Batin dan Harmoni dengan Alam
Substansi utama Nyepi yakni proses penyucian diri dan alam semesta melalui keheningan.
Dwi Astarini - Sabtu, 29 Maret 2025
Hari Raya Nyepi, Momentum Perjalanan Spiritual Capai Kedamaian Batin dan Harmoni dengan Alam
Indonesia
Perayaan Tawur Agung Kesanga digelar Sehari Sebelum Hari Raya Nyepi 2025, Bermakna Penyucian Alam Semesta
Tema perayaan Nyepi tahun ini, 'Manawasewa Madhawasewa, Menuju Indonesia Emas 2045' menekankan pentingnya melayani sesama sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Maret 2025
Perayaan Tawur Agung Kesanga digelar Sehari Sebelum Hari Raya Nyepi 2025, Bermakna Penyucian Alam Semesta
Indonesia
Harga Cabai Rawit di Bali Tembus Rp 130 Ribu Jelang Nyepi dan Lebaran, Operasi Pasar Digenjot
Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional Provinsi Bali menembus hingga Rp130 ribu per kilogram menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2025.
Wisnu Cipto - Senin, 24 Maret 2025
Harga Cabai Rawit di Bali Tembus Rp 130 Ribu Jelang Nyepi dan Lebaran, Operasi Pasar Digenjot
Bagikan