Disentil Presiden Jokowi, Menteri ESDM Harus Instropeksi Kebijakannya

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 03 Mei 2018
Disentil Presiden Jokowi, Menteri ESDM Harus Instropeksi Kebijakannya

Menteri ESDM Baru, Ignasius Jonan/Foto: Dok. Setkab.go.id

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo kembali menunjukan kekecewaannya akan kinerja sektor energi, sumber daya mineral (ESDM) pada saat membuka Konvensi dan Pameran Indonesian Petroleum Association (IPA) ke-42 di Jakarta. Jokowi mempertanyakan, mengapa eksplorasi migas terus merosot.

Menurut Presiden bila kemerosotan itu terkait dengan regulasi yang berbelit, Jokowi menginginkan berbagai aturan segera disederhanakan hingga menarik minat investor. Menanggapi kekecewaan Presiden tersebut, Juru Bicara Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) Rizal Calvary mengatakan, pihaknya memahami kekecewaan Presiden.

Rizal mengatakan, Kementerian ESDM semestinya segera menginstropeksi semua kebijakannya.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan. Foto: ist

"Daripada Menteri Jonan terus-terusan ngeles, lebih baik beliau instropeksi ke dalam. Kenapa sudah banyak keluarkan kebijakan tetapi kinerja investasi migas dan kelistrikan malah decline atau menurun." kata Rizal dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, hari ini

Rizal mengatakan, kekecewaan Presiden sangat beralasan. Pasalnya, Presiden sudah sering kali mengingatkan Kementerian ESDM untuk tidak membuat regulasi yang mempersulit investor. Faktanya, ujar Rizal, ESDM malah melaju dengan kebijakan yang tidak ramah kepada investor.

"Sebelumnya, Kementerian ESDM menargetkan investasi sektor energi dan minerba sekitar US$ 50,12 miliar. Namun, target investasi tersebut dikoreksi menjadi hanya sebesar US$ 37,2 miliar. Artinya ESDM pesimis dengan regulasinya sendiri, meskipun kemudian ESDM membantah," tegasnya.

Rizal mengatakan, menariknya, penurunan target terbesar justru datang dari investasi ketenagalistrikan dari sebelumnya US$ 24,88 miliar menjadi US$ 12,2 miliar dan energi baru terbarukan (EBT) sebesar US$ 2 miliar.

"Kita melihat ESDM realistis dengan regulasi-regulasi yang ada saat ini sangat susah untuk menarik minat investasi pihak swasta. Regulasi makin tidak menarik bagi investor," ujarnya.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan. Foto: ist

Sejalan dengan kelistrikan, di sektor migas juga minim peminat. Kementerian ESDM sebelumnya optimistis skema Gross Split dalam kontrak kerja investasi migas bakal menarik banyak investor.

"Namun, sejak peraturan mengenai Gross Split ini dikeluarkan pada 2017 silam, hanya satu KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama/KKKS) yang memakai skema ini. Itupun hanya anak usahanya BUMN," ucap Rizal.

Lemahnya kebijakan Kementerian ESDM terlihat dari acap kali merevisi peraturan. Misalnya di Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 52 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Permen ESDM Nomor 08 Tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split. Juga di Permen kelistrikan tiba-tiba direvisi atau batal.

"Artinya, apa, regulasi dibuat terburu-buru. Kajian-kajian setingkat menteri tidak komprehensif,” ucap dia.

APLSI mencatat, teguran Jokowi kepada Menteri Jonan sudah keseringan. Selain tahun 2017, pada awal tahun ini, Presiden meminta Kementerian ESDM segera memangkas regulasi-regulasi penghambat investasi. Faktanya, Kementerian memang memangkas banyak regulasi. Namun regulasi yang dipangkas bukan regulasi yang substansial.

"Regulasi yang dipangkas hanya yang sekunder, tidak ada kaitannya secara langsung dengan investasi. Bahkan ada Permen yang sudah kadaluarsa juga ikut dipangkas," kata Rizal.

Sebab itu, Rizal berharap Jonan segera meinstropeksi kembali apa filosofi dibalik semua kebijakannya.

"Bukan cuma kebijakannya tapi juga filosofi atau mindset, values-nya apa dibalik kebijakan beliau ini apa. Kalau tidak fungsional dan tidak efektif menyukseskan program Presiden ya diinstropeksi, diperbaiki. Supaya kebijakan jangan setengah-setengah dan menyusahkan Presiden," pungkasnya. (*)

#Kementerian ESDM #Menteri ESDM #Ignasius Jonan #APLSI
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
B50 Segera Meluncur 1 Juli 2026, Indonesia Berpeluang Hemat Devisa Rp 157 Triliun
BBM B50 segera meluncur 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut bisa menghemat devisa negara hingga Rp 157 triliun.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
B50 Segera Meluncur 1 Juli 2026, Indonesia Berpeluang Hemat Devisa Rp 157 Triliun
Indonesia
BBM B50 Meluncur 1 Juli 2026, Simak 4 Fakta dan Keunggulannya
BBM B50 akan meluncur 1 Juli 2026 mendatang. Namun, ada empat fakta dan keunggulan yang wajib diketahui.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
BBM B50 Meluncur 1 Juli 2026, Simak 4 Fakta dan Keunggulannya
Indonesia
Kementerian ESDM dan PLN Investigasi Mati Lampu Massal di Sumatra, 13,1 Juta Pelanggan Terdampak
Pemadaman listrik massal di Sumatra telah berdampak pada 13,1 juta orang. Kementerian ESDM dan PLN pun sedang mengusut kasus tersebut.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
Kementerian ESDM dan PLN Investigasi Mati Lampu Massal di Sumatra, 13,1 Juta Pelanggan Terdampak
Indonesia
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
PT Pertamina (Persero) mengandalkan obligasi global (global bond) dalam pendanaan bisnisnya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 Mei 2026
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
Indonesia
Menteri ESDM Bahlil Pastikan Harga LPG 3 Kg Tak Naik, Soroti soal Salah Sasaran Subsidi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga LPG 3 kg tetap stabil dan stok aman. Ia juga menyoroti distribusi dan penggunaan subsidi yang belum tepat sasaran.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Menteri ESDM Bahlil Pastikan Harga LPG 3 Kg Tak Naik, Soroti soal Salah Sasaran Subsidi
Indonesia
Harga LPG Nonsubsidi Naik, Bahlil Pastikan LPG 3 Kg Tetap Stabil
Harga LPG non subsidi naik mengikuti pasar. Sementara itu, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memastikan LPG 3 kg tetap stabil.
Soffi Amira - Senin, 20 April 2026
Harga LPG Nonsubsidi Naik, Bahlil Pastikan LPG 3 Kg Tetap Stabil
Indonesia
Prabowo Perintahkan Anak Buahnya Bereskan Persoalan Izin Usaha Tambang di Kawasan Hutan
Presiden Prabowo Subianto mendapatkan laporan terkait dengan hasil penataan izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan hutan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
Prabowo Perintahkan Anak Buahnya Bereskan Persoalan Izin Usaha Tambang di Kawasan Hutan
Indonesia
Stok Energi Aman, Pemerintah Pastikan Harga BBM Stabil hingga Akhir Tahun
Pemerintah akan mengupayakan agar harga BBM tetap berapa di bawah pasar.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
Stok Energi Aman, Pemerintah Pastikan Harga BBM Stabil hingga Akhir Tahun
Indonesia
Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS Per Barel, Kementerian ESDM Siapkan Langkah Mitigasi
Salah satunya pemerintah fokus mencari sumber impor alternatif yang tidak melewati jalur konflik tersebut guna mengamankan ketersediaan BBM dan LPG domestik.
Frengky Aruan - Rabu, 15 April 2026
Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS Per Barel, Kementerian ESDM Siapkan Langkah Mitigasi
Indonesia
Bahlil Ikut Kunjungan Prabowo ke Rusia, Dorong Ketahanan Energi Nasional
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Rusia bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Fokus utama adalah kerja sama energi dan ketahanan nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Bahlil Ikut Kunjungan Prabowo ke Rusia, Dorong Ketahanan Energi Nasional
Bagikan